INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner
Kereta Api Tabrak Mobil, 11 Tewas PDF Cetak E-mail
TASIKMALAYA – Kecelakaan transportasi yang mengakibatkan korban jiwa kembali terjadi. Sebanyak 11 orang tewas setelah Kereta Api (KA) Pasundan jurusan Bandung–Surabaya menabrak Suzuki Carry Z 951 W di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Jalan Garuda,Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya,kemarin. Seluruh korban tewas merupakan penumpang mobil. Mereka yang meninggal di lokasi kejadian adalah Zaki, 6 bulan; Fadil, 6 bulan; Vina, 5; Debi, 9; Epul, 20; Febi, 18; dan Kiki, 23, sedangkan yang meninggal di RSUD Tasikmalaya adalah Aci alias Yedi, 20; Iin, 30; Uum, 50; dan Reihan, 4.

Adapun Setiana, 14; Yudi, 35; dan Yani,30,terluka parah dan masih kritis. Berdasarkan keterangan yang dihimpun SINDO, mobil Suzuki Carry warna biru metalik yang dikemudikan Yudi, 35, warga Jalan Benda, Cikalang, Kecamatan Tawang, berpenumpang 14 orang. Mereka hendak menjemput Agwal, 12, anak pasangan suami-istri Yudi dan Yani yang berada di Pesantren Cintapada untuk berekreasi di kawasan hutan milik PT Dahana.

Namun,saat melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Km 274+1/2, mesin mobil mendadak mati.Saat bersamaan dari arah barat meluncur KA Pasundan jurusan Bandung–Surabaya dengan masinis Julkipli, warga Bandung, dan asisten Dede Jamaludin. Tabrakan pun tak terelakkan hingga mobil terseret 10 meter dan terlempar ke sawah.

”Saya mengetahui ada kejadian ini setelah KA sempat berhenti di Stasiun Awipari dan melaporkannya ke stasiun.Saat itu pula kami memberitahukan kepada seluruh stasiun ada kecelakaan dan sementara waktu beberapa pemberangkatan kereta dari arah timur dihentikan di Stasiun Ciamis. Begitu pun dengan kereta dari arah barat dihentikan sementara di Stasiun Tasikmalaya,” ujar Wakil Kepala Stasiun Tasikmalaya Yanyan.

Kapolsekta Cibeureum AKP Sabari Bambang mengatakan, polisi langsung mengevakuasi seluruh korban ke RSUD Tasikmalaya untuk mendapatkan penanganan medis.Polisi masih menyelidiki kejadian tersebut dengan melakukan olah tempat kejadian serta memintai keterangan sejumlah saksi.”Lokasi ini memang tidak ada palang pintunya dan tidak ada penjaga karena bagian jalan ke arah barat merupakan jalan buntu yang berbatasan dengan Kecamatan Purbaratu.” ”Namun, pada hari-hari sekolah dijaga oleh warga dan satpam sekolah,”ujar Bambang.

Saksi di lokasi, Enkip Zulkifli, 60,mengatakan,biasanya jalan tersebut ditutup sebagai peringatan agar tidak boleh dilewati kendaraan karena tidak ada pos jaga perlintasan rel.Saat kejadian mobil melewati perlintasan rel KA, sebenarnya palangkayu buatan swadaya warga sudah dipasang.”Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan jeritan, saya bersama warga lain keluar dan melihat mobil sudah terlempar ke sawah,”kata Enkip.

Nunung,50,warga yang biasa berjualan di pertigaan Jalan Cibeureum dan pintu KA, menuturkan, saat kejadian mobil memang menerobos begitu saja. ”Tapi, tiba-tiba mobil terhenti saat melintas di atas rel yang lebih tinggi dari jalan,saat itu saya sudah berteriak-teriak karena melihat kereta dari arah barat. Sepertinya tidak terdengar oleh penumpang maupun sopir, sehingga tabrakan pun terjadi,” ucapnya.

Agwal, 12, anak pasangan Yudi dan Yani, tampak shock atas kejadian yang menimpa keluarganya. Dia melihat jelas kejadian tersebut karena saat itu tengah menunggu di tempat teduh tak jauh dari lintasan KA.Tangisnya pecah seketika saat melihat mobil terseret oleh kereta api. Kapolresta Tasikmalaya AKBP Gupuh Sutiyono menduga kejadian ini akibat kelalaian sopir yang menerobos perlintasan kereta api tak berpalang pintu tanpa melihat sekeliling terlebih dulu. ”Untuk lebih jelasnya kami masih melakukan penyelidikan. Saat ini sopir masih dalam keadaan kritis,belum bisa dimintai keterangan. Seluruh korban dan mobilnya telah dievakuasi,”ujarnya.

Kecelakaan juga terjadi di Jawa Timur. Bus Sugeng Rahayu–– nama lain dari Sumber Kencono––dengan nomor polisi W 7743 UY rute Surabaya–Yogyakarta menyeruduk mobil Toyota Avanza bernomor polisi L 1310 TS di Jalan Surabaya–Madiun Km 137,Desa Pajaran,Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Akibat kejadian ini, tiga orang penumpang Avanza tewas di tempat,sedangkan sopir dan lima penumpang Avanza luka berat dan ringan.Korban meninggal dan luka masih dirawat di RSUD Caruban,Madiun. ”Petugas masih menyelidiki kronologi kejadian.Tiga penumpang Avanza meninggal, sedangkan dari pihak bus tidak ada korban,”kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Madiun Ajun Komisaris Polisi Ganang Nugroho Widhi di lokasi kejadian kemarin.

Bodi Avanza rusak berat, sedangkan bodi bus hanya mengalami rusak di bagian kanan. Ganang mengatakan, bus Sugeng Rahayu dan mobil Avanza sama-sama melaju dari arah Surabaya menuju Madiun.Penyebab kecelakaan, berdasarkan analisis sementara, akibat sopir bus yang melanggar marka jalan sejak dari jauh.Padahal,sepanjangjalurituterdapatgarisputih lurus atau tidak terputus. _ nanang kuswara/dili eyato
 
Sumber berita: Seputar Indonesia, 19 Maret 2012
Link: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/478822/38/

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini752
mod_vvisit_counterKemarin2722
mod_vvisit_counterMinggu ini8668
mod_vvisit_counterBulan ini45598
mod_vvisit_counterSemua5937992
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download