INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Soal Target Jarak Tempuh Angkot OK-Otrip, Ini Saran Organda

INSTRAN.org - Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan menilai, target jarak tempuh untuk angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam OK Otrip sedianya...

Dishub Kota Bekasi Harap Pemilahan Ganjil Genap Dilakukan di Area Jalan Tol

INSTRAN.org - Rencana penerapan aturan ganjil genap bagi kendaraan yang akan masuk jalan tol arah Jakarta dari gerbang tol Bekasi Timur dan Barat...

Ganjil Genap di Tol, Ini Perkiraan Efeknya bagi Lalu Lintas dari Bekasi

INSTRAN.org - Rencana penerapan aturan ganjil genap bagi kendaraan yang akan masuk jalan tol arah Jakarta dari gerbang Tol Bekasi Timur dan Barat...

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

INSTRAN.org - Underpass Kartini di Jalan RA Kartini, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, rampung dibangun. Underpass tersebut sudah dibuka dan bisa...

Pembatas Jalan Dibongkar, Motor dan Bus di Sudirman Dapat Satu Lajur Paling Kiri

INSTRAN.org - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan akan segera mengumumkan konsep penataan trotoar Jalan Sudirman yang mengakomodasi motor...

  • Soal Target Jarak Tempuh Angkot OK-Otrip, Ini Saran Organda

    Jumat, 23 Februari 2018 15:19
  • Dishub Kota Bekasi Harap Pemilahan Ganjil Genap Dilakukan di Area Jalan Tol

    Jumat, 23 Februari 2018 15:18
  • Ganjil Genap di Tol, Ini Perkiraan Efeknya bagi Lalu Lintas dari Bekasi

    Jumat, 23 Februari 2018 15:18
  • "Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

    Jumat, 23 Februari 2018 15:17
  • Pembatas Jalan Dibongkar, Motor dan Bus di Sudirman Dapat Satu Lajur Paling Kiri

    Kamis, 22 Februari 2018 15:22

Metropolitan

Soal Target Jarak Tempuh Angkot OK-Otrip, Ini Saran Organda
Jumat, 23 Februari 2018
INSTRAN.org - Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan menilai, target jarak tempuh untuk angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam OK Otrip sedianya dilihat dari kondisi wilayah angkot tersebut... Selanjutnya...
Dishub Kota Bekasi Harap Pemilahan Ganjil Genap Dilakukan di Area Jalan Tol
Jumat, 23 Februari 2018
INSTRAN.org - Rencana penerapan aturan ganjil genap bagi kendaraan yang akan masuk jalan tol arah Jakarta dari gerbang tol Bekasi Timur dan Barat dinilai dapat memengaruhi kondisi lalu lintas di... Selanjutnya...
Ganjil Genap di Tol, Ini Perkiraan Efeknya bagi Lalu Lintas dari Bekasi
Jumat, 23 Februari 2018
INSTRAN.org - Rencana penerapan aturan ganjil genap bagi kendaraan yang akan masuk jalan tol arah Jakarta dari gerbang Tol Bekasi Timur dan Barat menimbulkan kekhawatiran akan kepadatan yang... Selanjutnya...
"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan
Jumat, 23 Februari 2018
INSTRAN.org - Underpass Kartini di Jalan RA Kartini, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, rampung dibangun. Underpass tersebut sudah dibuka dan bisa dilalui kendaraan. Selanjutnya...
Pembatas Jalan Dibongkar, Motor dan Bus di Sudirman Dapat Satu Lajur Paling Kiri
Kamis, 22 Februari 2018
INSTRAN.org - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan akan segera mengumumkan konsep penataan trotoar Jalan Sudirman yang mengakomodasi motor sesuai keinginannya. Selanjutnya...
Masih Ada Pungutan Parkir Liar di Blok F Tanah Abang meski Sudah Diberi Peringatan PDF Cetak E-mail
Jumat, 10 November 2017 11:30
INSTRAN.org - Belakangan ini, sejumlah warga mengeluhkan adanya sistem bayar parkir berulang yang dikenakan untuk pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Di pos masuk parkir resmi Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta pengunjung akan terlebih dahulu ditarik uang parkir sebesar Rp 2.000 dan diberikan selembar karcis parkir secara manual.

Saat hendak mengambil kendaraan, pengguna jasa parkir kembali harus membayar biaya jasa mengeluarkan motor kepada seorang oknum bukan dari Dishub DKI sebesar Rp 2.000.

Pada pos parkir keluar, tarif progresif yang dikenakan juga tak sesuai. Kompas.com dikenakan tarif progresif sebesar Rp 2.000 untuk tiga puluh menit parkir.

Padahal, dalam mengenakan tarif parkir, Dishub DKI mengacu pada Pergub 179 Tahun 2013 tentang Tarif Pelayanan Parkir DKI. Dalam pergub itu disebutkan, tarif parkir mobil satu jam pertama adalah Rp 4.000. Setiap jam berikutnya Rp 2.000.

Tarif parkir sepeda motor adalah Rp 2.000 untuk satu jam pertama, dan Rp 1.000 untuk setiap jam selanjutnya. Sementara itu, tarif parkir bus atau truk Rp 6.000 untuk satu jam pertama dan Rp 3.000 untuk setiap jam selanjutnya.

Menindaklanjuti hal ini, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta memasang banner peringatan di area parkir Blok F Pasar Tanah Abang.

"Kepada pengguna jasa parkir. Pembayaran jasa layanan parkir resmi hanya ada pada pos/gardu parkir," demikian isi peringatan dalam banner seperti yang dikutip Kompas.com, Senin (6/11/2017).

Staf Humas UPT Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Ivan Valentino mengatakan, dengan dipasangnya banner tersebut, diharapkan tak ada lagi pungutan parkir liar di kawasan parkir resmi.

Namun, pada Kamis (9/11/2017) Kompas.com kembali menjajal jasa parkir resmi di Blok F Pasar Tanah Abang.

Pada saat masuk, petugas tetap menggunakan cara lama. Ia mencatat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat nomor dan memberikan selembar karcis parkir.

Petugas pun meminta tarif awal sebesar Rp 2.000. Kompas.com lantas diizinkan masuk. Di dalam area parkir masih terdapat sejumlah petugas tak berseragam Dishub DKI membantu pengunjung mengatur kendaraan.

Sekitar 20 menit kemudian Kompas.com kembali ke area parkir untuk mengambil kendaraan. Seorang petugas dengan kaos oblong berwarna abu-abu membantu mengeluarkan motor.

Meski demikian, petugas tersebut tak meminta ongkos jasa mengeluarkan motor.

"Enggak bayar (lagi) neng. Lanjut aja, tuh pintu keluarnya," tutur petugas tersebut.

Sesampainya di pos keluar, seorang petugas berseragam Dishub meminta karcis dan mengecek. Meski mengenakan seragam dishub, Kompas.com tak melihat tanda pengenal tertempel di seragamnya.

"Tiga ribu neng," ucapnya.

Kompas.com menjelaskan bahwa telah melakukan pembayaran di pos masuk dan mengritik tarif parkir yang tak sesuai dengan peraturan tarif parkir progresif.

Karena seharusnya, pengunjung tak perlu membayar biaya tambahan jika menggunakan fasilitas parkir kurang dari satu jam.

Tanpa banyak berkomentar, petugas pun segera mempersilakan Kompas.com untuk keluar dari area parkir.

Mahsyur Arif, pengguna jasa parkir blok F Tanah Abang juga mengaku dimintai uang di pintu keluar kendaraan. Padahal, sebelumnya ia sudah membayar.

"Sekarang enggak dimintain bayar lagi waktu di ngeluarin motor. Tapi pas keluar dimintain lagi Rp 3.000.

Padahal, Arif mengaku menggunakan jasa parkir selama sekitar satu jam. Seharusnya, Arif cukup membayar biaya tambahan sebesar Rp 1.000.

Pengguna jasa lain bernama Salma mengaku lebih berani menolak membayar pungutan liar setelah dipasang banner peringatan di kawasan parkir tersebut.


Sumber : Kompas.com, Jumat 10 November 2017

http://megapolitan.kompas.com/read/2017/11/10/10562671/masih-ada-pungutan-parkir-liar-di-blok-f-tanah-abang-meski-sudah-diberi

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1712
mod_vvisit_counterKemarin2843
mod_vvisit_counterMinggu ini11825
mod_vvisit_counterBulan ini53720
mod_vvisit_counterSemua4130420
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download