Standar Pelayanan Busway Mendesak Cetak
Standar Pelayanan Minimum (SPM) busTransjakarta (busway) dinilai mendesak untuk segera diterapkan. Meski terlambat, SPM tersebut harus dilaksanakan agar pelayanan busway tidak bertambah buruk.
Pengamat transportasi dan Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas menyatakan, SPM merupakan standar pelayanan yang seharusnya dipenuhi sejak bus Transjiakarta beroperasi. Salah satu yang bisa dilakukan untuk menerap­kan SPM adalah dengan sterilisasi jalur busway. Langkah itu akan memperpendek headway (jarak kedatangari antar bus) menjadi lima menit sekali, seperti dilaksanakan di Koridor I (Kota­Blok M). Masalahnya, pada jalur busway di koridor lainnya kondisi jalan hanya dua lajur. Penerapan sterilisasi akan memicu kemacetari lalu lintas parah.
Ketua Komisi B DPRD DKI Selamat Nurdin menga­takan, kepolisian memang tidak mungkin menerap­kan sterilisasi di sejumlah ruas jalan yang dilengkapi busway.  Sementara itu, pengamat perkotaan Universitas Trisakti Franciscus Trisbiantara menyatakan, se­baiknya sterilisasi jalur busway dilakukan sesuai karakteristik masing-masing koridor. Misalnya pada Koridor VIII (Lebakbulus-Harmoni) yang memiliki banyak simpul kemacetan sedangkan lebar jalan tidak merata. Waktu tempuh di koridor tersebut bisa mencapai dua jam dan secara bertahap harus diper­sempit dengan merlerapkan pengaturan khusus di lapangan. Trisbiantara menegaskan, penerapan SPM mutlak dilakukan agar pelayanan bus Transjakarta terus meningkat. 
 
Sumber berita: Warta Kota, 16/04/2010

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine