| Kecelakaan Lalu Lintas-Kakak Adik Tewas Ditabrak Mobil |
|
|
|
| Sabtu, 04 Agustus 2012 09:59 |
JAKARTA – Kecelakaan maut yang melibatkan antara sepeda motor dan mobil pikap terjadi di trase kring Banjir Kanal Timur (BKT) Cakung,Jakarta Timur,Kamis (2/8) petang lalu.Dua pengendara sepeda motor yang merupakan kakakadik, tewas setelah kendaraan yang ditumpanginya bertabrakan dengan pikap tersebut. Kedua korban yang diketahui bernama Maulana Dwi Arianto, 15, dan Hamidah Tri Hardiyanti, 14, tewas seketika di lokasi kejadian dengan kondisi mengenaskan. Salah seorang saksi mata bernama Suminto, 32, mengatakan, kecelakaan yang merenggut dua korban jiwa ini terjadi sangat cepat. Saat itu sebuah sepeda motor yang dikendarai Maulana, terlihat melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Marunda menuju Cakung.Dari arah berlawan, melaju pula pikap bernopol B 2259 XON dengan kecepatan tinggi. Entah bagaimana tiba-tiba saja sepeda motor dan pikap tersebut saling bertabrakan. Suminto menduga pikap yang melaju kencang tersebut hendak menyalip sepeda motor yang ada di depan. Namun sayang, dari arah berlawanan datang sepeda motor korban hingga akhirnya kecelakaan pun tidak terhindarkan.Kerasnya tabrakan antara sepeda motor Yamaha Jupiter bernopol B 3586 GI dan pikap ini membuat kedua korban terpental hingga 10 meter. Tidak itu saja,kedua korban yang tercatat sebagai warga Perumahan Harapan Indah Duta Bumi 2 Blok D No 43,Kota Bekasi ini pun tewas seketika di lokasi kejadian. Kedua bocah yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama ini tewas akibat luka berat di bagian kepala dan sekujur tubuhnya. “Kecepatan sepeda motor dan mobil itu sama-sama tinggi, sehingga sepeda motor rusak parah, begitu juga bagian depan mobil itu ringsek,”ujarnya. Orang tua kedua korban, Edy Sunaryo, 45, yang datang ke lokasi kejadian hanya bisa menangis histeris meratapi kepergian dua buah hatinya yang tewas dalam kecelakaan tersebut. Edy menuturkan, sore itu Maulana selaku sang kakak memang diminta menjemput Hamidah yang sekolah di SMP Gunung Jati, Sungai Bambu, Jakarta Utara.”Kenapa begini De, kalau tahu begini tadi Bapak saja yang jemput kamu sekolah,” ucap Edy yang terus menangisi jasad kedua buah hatinya. Kepala Satuan Lalu Lintas Jakarta Timur AKBP Supoyo mengatakan,hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi diduga, awal kecelakaan terjadi akibat kedua kendaraan dipacu dalam kecepatan tinggi hingga tidak bisa dikendalikan. ”Dugaan kami sementara, keduanya kemudian saling bertabrakan saat kecepatan mereka samasamatinggi,” pungkasnya.Sopir pikap yang identitasnya masih dirahasiakan telah diamankan penyidik ke Satlantas Polres JakartaTimur. _ dian ramdhani Sumber berita: Seputar Indonesia, 4 Agustus 2012 Link: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/516629/
|