INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Zona Merah, Ojek Online Masih Dilarang Angkut Penumpang di Tangerang

INSTRAN.org - Kota Tangerang masih melarang ojek online beroperasi. Sebab di sana masih masuk zona merah penularan virus corona.

Pengemudi Ojol Minta Sepeda Motor Jadi Transportasi Umum

INSTRAN.org — Perkumpulan Pengemudi Transportasi dan Jasa Daring Indonesia (PPTJDI) meminta motor yang saat ini sudah dipergunakan sebagai ojek daring...

Driver Ojol Minta DPR Legalkan Motor sebagai Angkutan Umum

INSTRAN.org - Pemerintah dan DPR tengah membahas revisi UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dalam revisi tersebut,...

Anies Revisi Aturan Agar Sepeda Jadi Alat Transportasi

INSTRAN.org - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai pandemi virus corona yang melanda ibu kota tidak selamanya berdampak buruk. Menurut Anies,...

Penumpang KRL Membeludak, Pengamat: Hulu-Hilir Harus Kompak

INSTRAN.org - Institut Studi Transportasi (Instran) menilai sinkronisasi pengaturan KRL dari hulu ke hilir harus lebih kompak supaya kondisi antrean...

  • Zona Merah, Ojek Online Masih Dilarang Angkut Penumpang di Tangerang

    Rabu, 08 Juli 2020 11:41
  • Pengemudi Ojol Minta Sepeda Motor Jadi Transportasi Umum

    Rabu, 08 Juli 2020 11:30
  • Driver Ojol Minta DPR Legalkan Motor sebagai Angkutan Umum

    Rabu, 08 Juli 2020 11:21
  • Anies Revisi Aturan Agar Sepeda Jadi Alat Transportasi

    Selasa, 07 Juli 2020 14:00
  • Penumpang KRL Membeludak, Pengamat: Hulu-Hilir Harus Kompak

    Selasa, 07 Juli 2020 10:53

Metropolitan

Zona Merah, Ojek Online Masih Dilarang Angkut Penumpang di Tangerang
Rabu, 08 Juli 2020
INSTRAN.org - Kota Tangerang masih melarang ojek online beroperasi. Sebab di sana masih masuk zona merah penularan virus corona. Selanjutnya...
Pengemudi Ojol Minta Sepeda Motor Jadi Transportasi Umum
Rabu, 08 Juli 2020
INSTRAN.org — Perkumpulan Pengemudi Transportasi dan Jasa Daring Indonesia (PPTJDI) meminta motor yang saat ini sudah dipergunakan sebagai ojek daring atau online (ojol) dan konvensional dapat... Selanjutnya...
Driver Ojol Minta DPR Legalkan Motor sebagai Angkutan Umum
Rabu, 08 Juli 2020
INSTRAN.org - Pemerintah dan DPR tengah membahas revisi UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dalam revisi tersebut, fenomena ojek online (ojol) jadi perbincangan hangat. Selanjutnya...
Anies Revisi Aturan Agar Sepeda Jadi Alat Transportasi
Selasa, 07 Juli 2020
INSTRAN.org - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai pandemi virus corona yang melanda ibu kota tidak selamanya berdampak buruk. Menurut Anies, pandemi ini justru menjadi peluang bagi Jakarta... Selanjutnya...
Penumpang KRL Membeludak, Pengamat: Hulu-Hilir Harus Kompak
Selasa, 07 Juli 2020
INSTRAN.org - Institut Studi Transportasi (Instran) menilai sinkronisasi pengaturan KRL dari hulu ke hilir harus lebih kompak supaya kondisi antrean penumpang yang membeludak tidak menjadi persoalan... Selanjutnya...
Dilema Angkutan Ojek Di Era New Normal PDF Cetak E-mail
Selasa, 02 Juni 2020 15:47
INSTRAN.org - Sebetulnya saat kenormalan baru itu, physicall distancing atau jaga jarak tetap harus ditegakkan. Jika kemudian ojek daring (online) boleh beroperasi, meski membawa helm sendiri tetaplah berisiko terkena penularan covid-19. Jadi bagi calon penumpang ojek daring perlu berhati-hati demi kesehatan.

Layanan “OJEK” diperkirakan sudah mulai ada pada awal tahun 1970an di beberapa daerah di Jawa Tengah dan di DKI Jakarta (Adi Nugroho, Boombastis.com, 2015). Pada masa itu ojek merupakan salah satu moda transportasi alternatif yang memenuhi sudut-sudut kota.

Di Indonesia, seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat yang dibarengi membaiknya perekonomian tergambar dari semakin tingginya tingkat pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang kemudian berdampak pada kemacetan lalu lintas khususnya di kota-kota besar. 

Kondisi kemacetan lalu lintas dari tahun ke tahun semakin buruk dan layanan angkutan umum yang tidak memadai semakin menyuburkan perkembangan layanan ojek. Tahapan berikutnya dengan makin pesatnya perkembangan teknologi informasi dalam hal mana ojek bertransformasi dan tumbuh semakin tidak terbendung.

Bahkan segala aturan bidang lalu lintas dan angkutan jalan terkesan tak mampu menjangkaunya. Ojek kini bukan hanya menjemput/ mengantar penumpang akan tetapi sudah pula melayani jasa pengiriman barang termasuk melayani pemesanan pembelian makanan/ minuman. 

Pertanyaannya adalah “apakah keberadaan ojek akan dibiarkan dipertahankan terus…?”, waktu masa yang akan mengubahnya.

Sebagaimana tahu dan kita alami bersama, terhitung sejak awal Maret 2020 hingga saat ini, seluruh masyarakat di Indonesia tak terlepas dari pandemi/ wabah Corona Virus Deseas-19 (COVID-19) yang diketahui muncul pertama kali di Kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019 yang lalu. 

Diketahui juga  dampak dari wabah COVID-19 tersebut telah membuat semua orang menjadi cemas, dan sebagai upaya meredam tingkat penularan penyakit maka kemudian Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan protokol kesehatan yang antara lain berisi berkegiatan di rumah, cuci tangan dengan sabun, penggunaan masker, jaga jarak sosial, dan beberapa hal lainnya lagi.

Terkait dengan protokol kesehatan tersebut, kemudian Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kemudian diterapkan di beberapa daerah. Terkait dengan ketentuan pembatasan jarak, maka yang sangat tidak mudah dalam penerapannya adalah pada angkutan umum. 

Hal tersebut menjadi dilema, ketentuan pengisian faktor muat maksimum 50 persen berarti menuntut pengawasan yang ketat. Untuk moda angkutan umum kereta api, bus, hingga taksi, masih sangat memungkinkan untuk mengangkut penumpang. 

Tidak demikian dengan ojek, yang walaupun secara hukum tidak diakui sebagai jenis angkutan umum, menjadi tertutup kesempatannya untuk mengangkut penumpang karena dinilai tidak memungkinkan menerapkan jaga jarak social antara pengemudi dan penumpangnya.

*Felix Iryantomo, Peneliti Senior Institut Studi Transportasi (INSTRAN) & Djoko Setijowarno, akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata/ hel


Sumber : Bisnis News, 2 Juni 2020

https://bisnisnews.id/detail/berita/dilema-angkutan-ojek-di-era-new-normal

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2799
mod_vvisit_counterKemarin2864
mod_vvisit_counterMinggu ini8617
mod_vvisit_counterBulan ini25956
mod_vvisit_counterSemua6901476
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download