Didominasi Pemudik Berhenti Sembarangan Cetak
Rabu, 12 Juni 2019 14:06
INSTRAN.org - Manajemen rest area di ruas jalan tol perlu di sempurnakan agar ideal menampung para pemudik sehingga tidak terjadi lagi antrean kendaraan yang meluber ke bahu jalan. 

Peneliti Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno memaparkan, kemacetan yang masih terjadi di jalur tol Trans Jawa pada musim libur Lebaran 2019 ini lebih didominasi akibat perilaku para pemudik yang berhenti sembarangan di bahu jalan sekitar rest area . 

“Keberadaan TIP (tempat istirahat dan pelayanan) pada jalan tol di saat mudik tak memenuhi atau menampung kebutuhan semua pemudik yang mau beristirahat atau ke perluan lain. 

Dampak dari hampir semua pemudik mau masuk TIP menimbulkan antrean pan jang dan kemacetan di ruas tol,” kata pengamat trans portasi dari Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang ini kemarin. Namun, diakuinya, tidak bijak jika memaksa Badan Pengatur Jalan Tol (BUJT) untuk menam bah rest area baru yang hanya digunakan selama dua minggu. 

Hal itu karena investasi membuat rest area cukup mahal. Dia berharap musim mudik Lebaran berikutnya ada imbau an dari pihak berwe nang agar pemudik istirahat di luar tol. “Pemudik yang berhenti di bahu jalan harus ditindak tegas sebab regulasi tidak mem perbolehkan,” tegasnya. 

Selain itu, pemudik juga selalu mengedukasi diri dengan info-info sepanjang perjalanan. Misalnya saat ada penutupan empat rest area di tol Jakarta-Cikampek, (8/6), serta pemudik harus siap dengan kondisi badan, kendaraan, bensin, dan saldo pembayaran tol nontunai miliknya. 

“Beristirahat keluar tol lebih bijak ketimbang antre masuk ke TIP yang belum jelas kapan kosongnya,” ujarnya. Sementara itu, ada lebih dari 350.000 kendaraan bermotor yang memasuki wilayah Jawa Tengah (Jateng). 

Data ter sebut tercatat selama berlang sungnya Ope rasi Ketupat Candi pada 29 Mei hingga 10 Juni. Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel memaparkan, tingginya volume kendaraan selama arus mudik maupun balik itu menjadi salah faktor penyebab terjadi kecelakaan. 

Tercatat, angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 212 kasus di ruas nontol dan 27 kasus di ruas tol. “Dari 212 laka lantas di ruas nontol telah mengakibatkan 23 orang meninggal dunia. 

Sedangkan tiga orang tewas dari 27 kasus di ruas tol. Total 26 orang meninggal dunia,” ungkap Rycko di Mapolda Jateng, Semarang, kemarin. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng Kombes Pol Rudy Antariksa menyebutkan, untuk jumlah kejadian laka lantas menurun 17% dibanding tahun lalu. 

“Saat masa arus mudik ada sekitar 350.000 kendaraan yang ma suk Jateng. Dari jumlah itu, sam pai hari ini baru sekitar 60% yang meninggalkan Jawa Tengah,” ungkap Rudy. 

Pihaknya memperkirakan, dalam tiga hari ke depan sisa 30% kendaraan pemudik yang masuk sudah kembali kekampung halaman masing-masing. “Untuk wilayah Jateng hari ini (kemarin) diperkirakan tidak ada yang dilakukan one way,” katanya. 

ahmad antoni 


Sumber : Koran sindo, Selasa 12 Juni 2019

http://koran-sindo.com/page/news/2019-06-12/0/8/Didominasi_Pemudik_Berhenti_Sembarangan

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine