INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner

Bus Listrik Segera Diuji Coba di Jakarta

Oleh HELENA F NABABAN/IRENE SARWINDANINGRUMINSTRAN.org — PT Transportasi Jakarta bakal menguji coba bus listrik di rute nonkoridor selama 6 bulan. Bus...

Tanpa Regulasi Ketat, Tol Laut Tak Efektif

INSTRAN.org — Implementasi tol laut sejak 2016 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, belum efektif menurunkan harga barang di sana. Meski diberikan...

Mengapa Sulit Menetapkan Tarif MRT Jakarta?

INSTRAN.org - Uji coba operasional moda transportasi massal berbasis rel (Mass Rapid Transit/MRT) jurusan Lebak Bulus - Bundaran HI telah dimulai...

Badan Integrasi Transportasi DKI Segera Dibentuk

INSTRAN.org  – Pemprov DKI Jakarta segera membentuk satu badan atau entitas untuk meng integrasikan moda transportasi massal. 

MRT Kantongi Rekomendasi Teknis

INSTRAN.org — Menjelang peresmian moda raya terpadu atau MRT rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia pada 24 Maret, PT MRT Jakarta sudah mengantongi...

  • Bus Listrik Segera Diuji Coba di Jakarta

    Jumat, 22 Maret 2019 10:27
  • Tanpa Regulasi Ketat, Tol Laut Tak Efektif

    Jumat, 22 Maret 2019 10:26
  • Mengapa Sulit Menetapkan Tarif MRT Jakarta?

    Kamis, 21 Maret 2019 11:16
  • Badan Integrasi Transportasi DKI Segera Dibentuk

    Kamis, 21 Maret 2019 10:30
  • MRT Kantongi Rekomendasi Teknis

    Rabu, 20 Maret 2019 10:52

Metropolitan

Bus Listrik Segera Diuji Coba di Jakarta
Jumat, 22 Maret 2019
Oleh HELENA F NABABAN/IRENE SARWINDANINGRUMINSTRAN.org — PT Transportasi Jakarta bakal menguji coba bus listrik di rute nonkoridor selama 6 bulan. Bus ramah lingkungan ini diharapkan ikut... Selanjutnya...
Tanpa Regulasi Ketat, Tol Laut Tak Efektif
Jumat, 22 Maret 2019
INSTRAN.org — Implementasi tol laut sejak 2016 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, belum efektif menurunkan harga barang di sana. Meski diberikan subsidi angkutan logistik pada tol laut,... Selanjutnya...
Mengapa Sulit Menetapkan Tarif MRT Jakarta?
Kamis, 21 Maret 2019
INSTRAN.org - Uji coba operasional moda transportasi massal berbasis rel (Mass Rapid Transit/MRT) jurusan Lebak Bulus - Bundaran HI telah dimulai sejak 12 Maret 2019. Selama uji coba tersebut... Selanjutnya...
Badan Integrasi Transportasi DKI Segera Dibentuk
Kamis, 21 Maret 2019
INSTRAN.org  – Pemprov DKI Jakarta segera membentuk satu badan atau entitas untuk meng integrasikan moda transportasi massal.  Selanjutnya...
MRT Kantongi Rekomendasi Teknis
Rabu, 20 Maret 2019
INSTRAN.org — Menjelang peresmian moda raya terpadu atau MRT rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia pada 24 Maret, PT MRT Jakarta sudah mengantongi rekomendasi teknis dari Dirjen Perkeretaapian... Selanjutnya...
Dibilang Sepi, Begini Kondisi Kereta Bandara Soetta PDF Cetak E-mail
Kamis, 10 Januari 2019 14:20
INSTRAN.org - Sekitar setahun yang lalu, tepat sehari setelah orang-orang merayakan malam pergantian tahun, kereta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) resmi memulai sepak terjangnya. 

Pilihan tunggangan baru menuju Bandara Soetta ini digadang-gadang menjadi 'pahlawan' baru pengurai kepadatan lalu-lintas menuju Bandara Soetta yang selama ini hanya mengandalkan moda transportasi berbasis jalan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung hadir meresmikan pengoperasian kereta yang memakan biaya investasi Rp 5 triliun tersebut. Perjalanan panjang pembangunan kereta Bandara Soetta pun akhirnya usai meski belum semua stasiun kereta yang direncanakan masuk dalam trayek sudah beroperasi.

Tapi sayang, setahun setelah beroperasi kereta Bandara Soetta sepi peminat. Institut Studi Transportasi melaporkan tingkat okupansi kereta Bandara Soetta jauh dari standar yang seharusnya didapatkan.

Dari data jumlah penumpang yang dicatat PT Railink, hingga November 2018 diketahui okupansi atau tingkat keterisian kereta Bandara Soetta hanya sebesar 26%. Okupansi itu masih jauh dari keterisian ideal yang sebesar 60%.

Padahal setiap hari pergerakan penumpang di Bandara Soetta mencapai 150.000 orang di hari kerja. Sementara di akhir pekan dan hari libur bisa mencapai 200.000 orang.

Membuktikan hal tersebut, detikFinance meninjau langsung kondisi terkini kereta Bandara Soetta. Dimulai dari stasiun BNI City di Sudirman, detikFinance menjajal kereta yang dioperasikan PT Railink ini menuju stasiun Bandara Soetta di Cengkareng, Tangerang.

Pantauan di lokasi, Kamis (10/1/2019) sejak pagi pukul 09.30 WIB, kondisi stasiun BNI City dari depan pintu masuk tampak sepi dari hilir mudik manusia seperti yang biasa didapati pada stasiun-stasiun kereta pada umumnya. Jumlah mobil maupun sepeda motor yang terparkir juga bisa dihitung dengan jari.

Tiba di area dalam stasiun, kondisi serupa juga masih didapati. Mulai dari area concourse atau komersil yang berada di depan, hanya ada beberapa orang yang sedang menunggu.

Sementara di area ticketing atau vending machine juga tak seluruh mesin yang terisi antrean. Hanya ada beberapa calon penumpang yang tengah membeli tiket. Begitu pula di area ruang tunggu, jumlah penumpang yang tengah menunggu di sejumlah titik bisa dihitung dengan jari. Mungkin saja sejumlah calon penumpang yang lain sudah berada di area peron mengingat jadwal keberangkatan kereta terdekat sudah hampir tiba.

Sampai jadwal keberangkatan kereta selanjutnya, tetap saja kondisi yang mirip masih terasa. Pada keberangkatan kereta pukul 11.20 WIB, juga tak banyak penumpang yang tengah mengantre di area peron. Pantauan detikFinance, jumlah penumpang yang menunggu tak sampai 50 orang sementara kapasitas kereta per keberangkatan bisa menampung hingga 272 orang.

Jumlah keterisian yang minim dipastikan saat sejumlah kursi yang ada di dalam kereta tak terisi. Jumlah gerbong yang duluan terisi adalah gerbong paling ujung, sementara rangkaian gerbong di antaranya hanya terisi dua hingga tiga orang penumpang.

Hingga tiba di stasiun Bandara Soetta, kondisi sepi masih tetap terlihat. Keterisian penumpang per keberangkatan tak lebih dari 100 orang.

Kondisi stasiun dan kereta yang begitu nyaman dan serba baru justru tampak seperti rumah mewah yang tak ditempati penghuninya. Padahal ada banyak sekali fasilitas yang ditawarkan di stasiun ini mulai dari area komersil seperti coffe shop, WiFi yang gratis hingga toilet bersih dan ruang tunggu yang nyaman.

PT Railink sendiri mencatat okupansinya pada hari biasa sekitar 2.700-3.000 penumpang, hari Jumat 4.700-5.000 penumpang dan akhir pekan sekitar 2.000-2.500 penumpang. Jika diambil angka terbanyak di 5.000 orang, okupansinya hanya sebesar 26% alias masih jauh dari harapan.


Sumber : Detik.com, Kamis 10 Jan 2019

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4378707/dibilang-sepi-begini-kondisi-kereta-bandara-soetta?tag_from=wp_beritautama&_ga=2.234885315.317086953.1546820328-874064623.1514443707

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Sudah beredar

Baner
Penulis : Darmaningtyas Tebal buku : xxi+344 hal Penerbit : INSTRAN-Pustaka Yashiba Harga : Rp.50.000; Pemesanan via pos ditambah ongkos kirim sesuai ketentuan tarif. Hub: Ratim/Nova, 021-79197057

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini3094
mod_vvisit_counterKemarin3650
mod_vvisit_counterMinggu ini20331
mod_vvisit_counterBulan ini79615
mod_vvisit_counterSemua5330912
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download