1 . Latar Belakang Program Modernisasi Desain BecakBecak merupakan moda transportasi yang tidak berpolusi alias ramah lingkungan dan tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Memang di beberapa daerah seperti di Medan, Aceh, dan Gorontalo becak menggunakan mesin sehingga dikenal dengan sebutan Bentor (Becak Bermotor). Tapi di Jawa pada umumnya becak tidak bermotor. Meskipun becak merupakan angkutan yang ramah lingkungan dan tidak mengkonsumsi BBM, di sisi lain Pemerintah sekarang sedang berupaya membatasi penggunaan BBM, tapi keberadaan becak tidak memperoleh perhatian dari siapa pun, termasuk Pemerintah. Demikian pula nasib pengemudi becak yang merupakan golongan miskin sering luput dari program-program pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh Pemerintah dan swasta. 2. Program Modernisasi Desain Becak ini Bertujuan untuk:
Program ini dimulai tahun 2000 melalui kolaborasi antara Unit Studi Transportasi (sekarang PUSTRAL/Pusat Studi Transportasi dan Logistik) UGM, Pusat Studi Pariwisata (PUSPAR) UGM, Fakutltas Teknik (FT) Mesin UGM, ITDP (Institute for Transportation Development and Policy), dan INSTRAN (Institut Studi Transportasi). Pada tahap awal membuat prototipe desain baru untuk diuji-cobakan, program ini memperoleh dukungan dana dari Pemerintah Jerman melalui GTZ dan Toyota Foundation melalui ITDP. Pada saat telah berhasil membangun bengkel khusus, program ini pernah memperoleh dukungan dana dari Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta untuk memproduksi 40 becak baru pada tahun 2004-2005. Setelah itu tidak ada bantuan dari lembaga mana pun kecuali perorangan secara insidental. Pemerintah (Pusat maupun Daerah), BUMN, pengusaha, dan orang kaya Indonesia lainnya justru belum memberikan dukungannya. 3. Mengapa Modernisasi Desain? Sampai tahun 2000 itu jumlah becak tradisional di Kota Yogyakarta mencapai 12.000 unit dengan bobot 120 kg/becak dalam kondisi kosong, sehingga sangat berat dikayuh dan akhirnya tidak kompetitif. Di sisi lain, mayoritas pengemudi becak adalah generasi tua, sehingga mereka perlu dibantu dengan mengurangi berat becak agar lebih ringan dikayuh. Untuk itulah maka dilakukan modernisasi desain untuk mendapatkan bobot becak yang ringan tapi tetap kokoh dan kapasitas angkutnya sama dengan becak tradisional. 4. Hasil Modernisasi Desain dan Keuntungan bagi Pengemudi:
![]()
9. Target Akhir Target akhir dari program ini adalah mengganti seluruh becak tradisional di Yogyakarta yang berat itu dengan becak desain baru yang lebih ringan dan lebih indah sehingga becak tetap menarik sebagai angkutan wisata di Kota Yogyakarta, tapi juga tidak menambah keruwetan Kota Yogyakarta. 10. Pertanggungan Jawab Semua bentuk bantuan baik perorangan maupun lembaga akan dikelola secara transparan dan akuntabel dan akan dibuat pelaporan berdasarkan pengeluaran riil. Sampai saat ini kami masih tetap mempertahankan idealisme kami. Artinya, kami tidak hidup dari bengkel tersebut, tapi justru menghidupi bengkel tersebut. Idealisme tersebut tetap akan kami pertahankan guna menjamin bantuan dari pihak manapun sampai pada sasaran, yaitu untuk memproduksi becak baru. 11. Biaya Pembuatan Per Unit Becak Biaya yang diperlukan untuk pembuatan satu unit becak adalah sebesar Rp. 4.254.700,- (empat juta dua ratus lima puluh empat ribu tujuh ratus rupiah). Harga ini berdasarkan perhitungan per 30 April 2012 ketika kondisi harga barang-barang masih stabil. ![]() 12. Lokasi dan Penanggung Jawab Program Program Modernisasi Desain Becak ini berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi bengkel berada di Dusun Karsuli, Sendangtirta, Berbah, Kabupaten Sleman, sedangkan becaknya beroperasi di Kota Yogyakarta. Penanggung jawab program ini adalah Perkumpulan INSTRAN yang berpusat di Jakarta, Telp/Fax 021-79197057, kontak person: Darmaningtyas (Bpk) Hp. 0818-463020/0815-11633732. Bagi pihak-pihak yang akan memberikan bantuan/hibah dapat melakukan pembayaran melalui rekening di bawah ini : Bank Danamon Cabang 0044 BDI JKT Kalibata No.rek 000094541570 a.n Perkumpulan INSTRAN
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved." |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||