| Koper di Pesawat Garuda Dibobol |
|
|
|
Saya adalah pelanggan Garuda dengan penerbangan GA 421 tanggal 11 Mei 2012, berangkat pukul 22.30 dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Kami terbang berlima bersama keluarga.Kami kaget, satu koper saya dan satu tas ibu saya disobek dengan semacam cutter dan retsleting koper pun dirusak sehingga tak bisa digunakan kembali. Padahal, tas dan koper kami gembok serta terikat tali kuning yang diwajibkan Garuda untuk masuk di bagasi. Tidak ada benda berharga di dalam, kecuali pakaian kotor setelah berlibur. Namun, koper kami jadi rusak terbuka dan tidak bisa digunakan lagi. Yang jauh lebih penting sebenarnya bukan isi koper, melainkan mengapa masih juga terjadi pembobolan tas? Ketika kami tiba sekitar pukul 24.00, situasi bandara sudah sepi dan tidak bisa melapor. Keesokan harinya, kami baru bisa menghubungi layanan pelanggan Garuda dan hanya dicatat dengan nomor pengaduan C12IGXX. Garuda berjanji akan menghubungi. Setelah ditunggu, pihak Garuda belum juga menghubungi. Akhirnya, saya yang menghubungi, tetapi tidak dibantu, hanya diminta untuk menghubungi otoritas bandara. Saya heran, padahal jelas-jelas pelanggan Garuda. Inikah yang namanya ”Garuda Experiences”? Yang juga mengherankan, mengapa kejadian yang memalukan ini tidak bisa dituntaskan pihak bandara. Padahal, jelas terjadwal siapa yang piket saat itu baik di Bandara Ngurah Rai maupun Bandara Soekarno-Hatta. Sungguh memalukan, di kedua bandara internasional masih terjadi pembobolan koper, tidak bisa diketahui siapa pelakunya, dan berlangsung berlarut-larut. Permasalahan yang sebenarnya mudah, tetapi tak kunjung tuntas. EDY Pelanggan Maskapai Garuda Sumber berita: Kompas, 28 Juni 2012
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved." |