INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Baner
Menimbang Infrastruktur Yang Berkeselamatan PDF Cetak E-mail
INSTRAN.org - Ambrolnya begesting tol Bekasi – Kampung Melayu (Becakayu) mendorong Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melakukan moratorium pembangunan konstruksi insfrastruktur elevated (layang) guna mengevaluasi proses pembangunan konstruksi infrastruktur tersebut. Evaluasi ini amat diperlukan mengingat selama dua tahun terakhir tidak kurang dari 14 kasus kecelakaan dalam proses pembangunan infrastruktur layang.

Banyaknya kecelakaan yang menimpa kontsruksi infrastruktur transportasi yang sedang dikerjakan ini tentu amat membahayakan. Bukan hanya bagi pekerja proyek saja, tapi juga calon pengguna infrastruktur tersebut. Untung ambrolnya masih saat pengerjaan, sehingga jumlah korbannya sedikit dan perbaikkannya lebih mudah. Bayangkan kalau ambrolnya itu setelah dioperasikan, tentu korban jiwa yang jatuh lebih banyak dan memulihkan bangunannya pun lama serta memerlukan biaya lebih besar.

Mengejar Target
Secara teknis, ambruknya suatu bangunan layang yang sedang dikerjakan itu disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, karena kondisi tanah yang menjadi area bangunan tersebut, misalnya tanahnya mudah longsor, mudah goyah; tanah gambut, atau tanah basah sehingga selalu mengandung air.

Kondisi tanah yang seperti itu tentu memerlukan pendekatan teknis secara khusus untuk menyiasatinya. Dalam kondisi tanah seperti itu kalau proses pembangunannya diberlakukan sama dengan tanah yang tidak bermasalah, tentu akan menghasilkan proses konstruksi yang buruk.

Kedua, kondisi alam (cuaca), seperti misalnya hujan deras (terlebih disertasi angin) yang terus menerus dan terjadi pada saat sedang proses pengecoran tiang bangunan. Ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap kuatnya konstruksi. Sebab, kuatnya bangunan itu dibutuhkan panas agar campuran material antara semen, pasir, dan krakal cepat merekat dan kering.

Ketiga, kualitas bahan. Seperti kita ketahui, campuran material antara semen, pasir, dan krakal yang sesuai dengan takaran (standar yang sudah ditentukan) akan berpengaruh terhadap kuat/tidaknya suatu bangunan tiang pancang. Celakanya, para pemborong justru sering bermain pada material untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Umumnya, takaran semen justru dikurangi, misalkan satu ember semen yang seharusnya dicampur dengan enam ember pasir, tapi pasirnya diperbanyak menjadi delapan ember. Akibatnya, daya rekatnya rendah sehingga konstruksi menjadi tidak kuat.

Faktor keempat yang turut menyumbang terjadinya kecelakaan adalah teknis pengerjaan konstruksi atau manajemen konstruksi: apakah teknis pengerjaannya mengikuti standar prosedur operasional atau tidak?

Sebagai contoh, cor-coran suatu tiang bangunan memerlukan waktu minimum dua minggu untuk kering, baru boleh dikasih beban di atasnya. Tapi, karena mengejar target penyelesaian (keburu mau diresmikan), belum dua minggu sudah diberi beban. Kualitas bangunannya tentu tidak sekuat dibanding setelah dua minggu dikasih beban.

Faktor kelima, yang menimbulkan kecelakaan saat pengerjaan konstruksi layang adalah masalah lemahnya kompetensi pekerja. Kompetensi ini cakupannya luas, selain terampil dalam mengoperasikan peralatan, juga patuh pada prosedur penggunaan peralatan itu sendiri.

Jatuhnya alat berat (launcher girder) dalam proses pembangunan double-double track Manggarai – Cikarang (04/02/2018) yang menewaskan empat orang, misalnya, sepertinya lebih disebabkan oleh lemahnya kompetensi pekerja. Sebab, seperti diberitakan sejumlah media, alat berat tersebut tergelincir di petak Jalan Matraman. Kalau peralatan berat tersebut sampai tergelincir, itu artinya pekerja kurang kompeten mengoperasikan peralatan sehingga tidak mampu menempatkan alat berat itu pada posisi yang tepat.

Penyebab lain bisa jadi karena kelelahan pekerja. Karena pekerja terlalu lelah, dampaknya mereka bekerja asal-asalan sehingga kurang memperhatikan aspek keselamatan diri maupun bangunannya itu sendiri. Kelelahan pekerja ini terjadi akibat kontraktor mengejar target cepat selesai, namun dengan biaya murah sehingga pekerja bekerja melebihi jam kerja per hari secara terus menerus.

Untuk bidang pekerjaan yang waktu penyelesaiannya sudah ditargetkan sehingga pengerjaannya dilakukan 24 jam, sebaiknya kontraktor menyediakan tiga shift pekerja agar pekerja tidak mengalami kelelahan. Perlu diingat, pekerjaan konstruksi itu memerlukan energi ekstra agar dapat mengangkut barang-barang berat, sementara input (gizi) pekerja itu pasti rendah karena memang tidak ditopang dengan protein yang cukup.

Jika kemudian dipadu dengan jam kerja yang berlebihan, tentu mereka amat lelah. Berdasarkan laporan Kompas, pekerja di Becakayu yang mengalami kecelakaan tersebut bekerja dari pukul 08.00 – 18.00. Mereka kemudian istirahat di mess sampai jam 22.00, dan setelah itu mereka bekerja kembali. Ini jelas jam kerja yang amat panjang dan meletihkan.

Pencapaian target pembangunan jelas penting, karena dengan adanya target itu akan membuat perencanaan kerja lebih jelas. Meski demikian, keselamatan pekerja dan konstruksi itu sendiri jauh lebih penting. Mengapa? Untuk apa sebuah proyek digarap cepat selesai tapi juga cepat ambrol? Idealnya memang cepat selesai dan kokoh. Tapi kalau yang ideal tersebut belum mampu diwujudkan, maka yang penting adalah pekerja dan insfrastrukturnya selamat, target waktu kelewat sedikit dapat dimaklumi,

Pekerja dan infrastrukturnya harus selamat karena akan dilewati oleh jutaan orang selama berpuluh tahun atau bahkan mungkin berabad-abad. Karenanya, kalau infrastrukturnya tidak berkeselamatan tentu akan mengancam keselamatan jutaan manusia.

Perbaikan Manajemen Konstruksi
Sebetulnya masalah kualitas konstruksi tidak perlu dipertentangan dengan waktu pembangunannya. Artinya, pembangunan infrastruktur transportasi yang cepat dengan kualitas baik itu dapat saja dilakukan asalkan dengan manajemen konstruksi yang baik. Pemerintah China terbukti mampu membangun jalan tol Beijing – Xinjiang Urumuqi sepanjang 3.171 km atau empat kali jarak Jakarta – Surabaya selesai dalam waktu 16 bulan dengan dukungan 30.000 pekerja dan melibatkan 56 perencana. Padahal, jalan tol ini melewati gurun pasir dan lokasi yang curam, namun sejauh ini tidak tidak ada pemberitaan kecelakaan konstruksi.

Kunci dari keberhasilan China membangun jalan tol yang cepat dan kuat itu adalah manajemen konstruksi yang baik. Semua pihak patuh pada standar prosedur operasional yang telah ditetapkan, dengan didukung oleh pekerja yang kompeten dan memiliki etos kerja yang baik, upah yang standar, dan dukungan gizi pekerja yang baik pula.

Apakah seluruh proyek infrastuktur transportasi kita sudah memenuhi semua persyaratan tersebut? Bila kita melihat banyaknya kecelakaan konstruksi yang membawa korban jiwa selama dua tahun terakhir, tampaknya manajemen konstruksi BUMN Karya kita amat buruk. Mereka lebih memperhatikan target waktu peresmian dan setoran deviden ke negara daripada keselamatan pekerja dan konstruksi itu sendiri.

Di sisi lain, etos kerja kita amat buruk. Perhatikan, banyak pekerja kita bekerja sambil merokok. Hal itu tidak akan terjadi pada pekerja asing. Untuk itulah, guna mencapai infrastruktur yang berkeselamatan, maka audit manajemen BUMN Karya yang melakukan pembangunan infrastruktur transportasi layang perlu dilakukan secepatnya. Berdasarkan hasil audit itulah akan diketahui akar masalah dari seringnya terjadi kecelakaan konstruksi.

Daftar Kasus Kecelakaan Konstruksi Infrastuktur

Transportasi 2017-2018

aktu

Nama Proyek

Kontraktor

Keterangan

Korban

1/08/17

LRT Palembang

PT Waskita Karya Tbk

Ginder LRT di Palembang jatuh menimpa rumah dan ruko

3 Orang luka ringan

4/08/17

LRT Palembang

PT Waskita Karya Tbk

Dinding parapet pada proyek LRT di Palembang jatuh

2 Pekerja tewas

22/09/17

Tol Bogor Ciawi Sukabumi

PT Waskita Karya Tbk

Balok beton pada proyek JPO di Tol Bocimi, Caringin, Bogor terjatuh

1 Pekerja tewas, 2 terluka

13/10/17

LRT Jabodebek

PT Adhi Karya

Dinding penahan tanah pagar Menara Saidah longsor akibat galian konstruksi untuk pondasi LRT

Tidak ada korban jiwa

17/10/17

LRT Kepala Gading Jakarta

PT Wijaya Karya Tbk

Portal gantry crane pada proyek LRT di Kelapa Gading, Jakarta roboh

3 Orang luka ringan

26/10/17

Tol Bogor Outer Ring Road

PT Wijaya Karya Tbk

Alat pengukur beban pada proyek Tol Bogor Ring Road terjatuh

Tidak ada korban jiwa

29/10/17

Tol Pasuruhan-Probolinggo

PT Waskita Karya Tbk

Empat girder di ruas Jalan Tol Pasuruhan-Probolinggo di Pasuruhan, Jawa Timur Roboh

1 Pekerja Tewas

3/11/17

MRT Jakarta

PT MRT

Pagar pembatas jalur mass rapid transportation (MRT) di Jalan Wijaya, Jakarta terjatuh

1 Sepeda Motor tertimpa.

15/11/17

LRT Jakarta

PT Adhi Karya Tbk

Beton proyek LRT jatuh di Jalan MT Haryono, Jakarta

1 Mobil Rusak

16/11/17

Tol Jakarta-Cikampek II Elevated

PT Waskita Karya Tbk

Crane ambruk di KM 15 Jalan Tol Jakarta-Cikampek

 

9/12/17

Jembatan Ciputrapinggan

PT Bangun Pilar Patroman

Balokgirder (rangka balok penyangga jembatan) Sempat Ambruk

Tidak ada korban jiwa

26/12/17

Apartemen Pakubuwono Spring

PT Total Bangun Persada

robohnya kanopi proyek Apartemen The Pakubuwono Spring

1 orang tewas

30/12/17

Tol Pemalang-Batang

PT Waskita Karya Tbk

Satu balok beton jembatan penyeberangan orang pada proyek Jalan Tol Pemalang-Batang jatuh

Tidak terdapat korban jiwa

2/01/18

Tol Depok-Antasari

PT Girder Indonesia

Beton ginder proyek Jalan Tol Depok-Antasari roboh

Tidak ada korban jiwa

22/01/18

LRT Velodrome-Kelapa Gading

PT Wijaya Karya Tbk

15 gelagar kotak pada proyek LRT di Rawamangun, Jakarta roboh

5 Pekerja luka ringan


Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2264
mod_vvisit_counterKemarin3515
mod_vvisit_counterMinggu ini18829
mod_vvisit_counterBulan ini53424
mod_vvisit_counterSemua4771806
Terima kasih atas kunjungannya