|
Bus transjakarta atau lebih populer disebut busway yang sebagai ikon transportasi publik di Jakarta tentunya menjadi dambaan masyarakat. Tidak sedikit warga pecinta busway ini rela antri menunggu kedatangan bus di halte meskipun harus menunggu puluhan menit, proses waktu tunggu (headway) sesuai perencanaan adalah sekitar 3-5 menit tiap bus.
Meskipun sudah genap bersia 8 tahun namun tetap saja dalam prakteknya layanan busway masih jauh dari harapan, tentu saja hal ini menimbulkan berbagai persepsi di kalangan masyarakat. Masayarakat hanya sebagai konsumen, tentu sudah sepantasnya konsumen ingin mendapatkan pelayanan sempurna. Data menunjukan 86,937 juta penumpang terangkut pada 2010, sedangkan pada 2011 naik menjadi 114,783 juta, target tahun 2012 sebanyak 120 juta penumpang (Kompas, 22/5/2012). Itu artinya naimo masyarakat pengguna busway cukup tinggi. Mestinya BLU Transjakarta melakukan pengawasan terhadap operator secara ketat baik itu pada saat bus mau jalan atau sebaliknya ketika bus pulang ke pool, hal tersebut untuk meminimalisir tingkat kesrusakan bus pada saat jalan keesokan harinya. Seperti kasus yang terjadi pada bus JMT-029 (PGC-Ancol) pada Senin (21/5) kemarin mengalami kerusakan mesin di Jalan Metraman Raya, Jakarta Timur (Kompas, 22/5/2012). Mungkin itu adalah satu dari sekian bus dengan kondisi yang sama, tentu saja kondisi semacam ini justeru akan menyudutkan citra transjakarta yang semakin buruk. Selain itu kendornya semangat sterilisasi jalur juga menjadi salah satu masalah yang belum terpecahkan, seringkali kita mendengar celoteh dari penumpang busway "Naik busway sama aja kayak naik PPD, habisnya penuh sesak....jalanan juga macet", SANGAT DIPERLUKAN KEBERANIAN DAN KETEGASAN UNTUK PERBAIKAN SECARA MENYELURUH agar busway tidak ditinggalkan penggunanya.
|