INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Banner

Angkot Makin Rajin "Ngetem"

INSTRAN.org - Setiap harinya para sopir mikrolet M 26 Bekasi-Kampung Melayu biasanya beroperasi 5-6 kali bolak-balik Bekasi-Kampung Melayu. Namun,...

Satu Bus Tingkat Pesanan PT Transjakarta Seharga Rp 5 Miliar

INSTRAN.org — PT Transportasi Jakarta menggelontorkan dana Rp 350 miliar untuk membeli 70 bus tingkat pada Desember 2014. Anggaran tersebut berasal...

Akhir 2015, Bandara Soekarno-Hatta Punya Stasiun Kereta

INSTRAN.org — Proyek pembangunan stasiun kereta api Bandara Soekarno-Hatta, yang kini masih tahap pengerjaan, diperkirakan rampung pada penghujung...

Beda Perilaku Penumpang Kereta di Bangkok dan di Jakarta

INSTRAN.org - Meskipun sama-sama berstatus ibu kota negara berkembang, namun warga Bangkok memiliki tingkat kedisiplinan yang lebih baik ketimbang...

Beli Tiket Kereta di Bangkok Lebih Ribet Ketimbang Commuter Line di Jakarta

INSTRAN.org - Seperti kota-kota besar pada umumnya, Bangkok juga menyediakan layanan kereta perkotaan untuk warganya. Di ibu kota Thailand itu,...

  • Angkot Makin Rajin "Ngetem"

    Monday, 24 November 2014 11:30
  • Satu Bus Tingkat Pesanan PT Transjakarta Seharga Rp 5 Miliar

    Monday, 24 November 2014 11:27
  • Akhir 2015, Bandara Soekarno-Hatta Punya Stasiun Kereta

    Monday, 24 November 2014 11:09
  • Beda Perilaku Penumpang Kereta di Bangkok dan di Jakarta

    Monday, 24 November 2014 10:58
  • Beli Tiket Kereta di Bangkok Lebih Ribet Ketimbang Commuter Line di Jakarta

    Monday, 24 November 2014 10:52

Metropolitan

Angkot Makin Rajin "Ngetem"
Monday, 24 November 2014
INSTRAN.org - Setiap harinya para sopir mikrolet M 26 Bekasi-Kampung Melayu biasanya beroperasi 5-6 kali bolak-balik Bekasi-Kampung Melayu. Namun, pascakenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)... Read more...
Satu Bus Tingkat Pesanan PT Transjakarta Seharga Rp 5 Miliar
Monday, 24 November 2014
INSTRAN.org — PT Transportasi Jakarta menggelontorkan dana Rp 350 miliar untuk membeli 70 bus tingkat pada Desember 2014. Anggaran tersebut berasal dari penyertaan modal pemerintah (PMP) yang... Read more...
Akhir 2015, Bandara Soekarno-Hatta Punya Stasiun Kereta
Monday, 24 November 2014
INSTRAN.org — Proyek pembangunan stasiun kereta api Bandara Soekarno-Hatta, yang kini masih tahap pengerjaan, diperkirakan rampung pada penghujung tahun 2015. Pada 18 November 2014 ini, pengerjaan... Read more...
Beda Perilaku Penumpang Kereta di Bangkok dan di Jakarta
Monday, 24 November 2014
INSTRAN.org - Meskipun sama-sama berstatus ibu kota negara berkembang, namun warga Bangkok memiliki tingkat kedisiplinan yang lebih baik ketimbang warga Jakarta. Setidaknya hal itulah yang terlihat... Read more...
Beli Tiket Kereta di Bangkok Lebih Ribet Ketimbang Commuter Line di Jakarta
Monday, 24 November 2014
INSTRAN.org - Seperti kota-kota besar pada umumnya, Bangkok juga menyediakan layanan kereta perkotaan untuk warganya. Di ibu kota Thailand itu, layanan kereta perkotaannya dikenal dengan istilah... Read more...
Susahnya Mencari Tempat Parkir di Mal PDF Print E-mail
JAKARTA– Setiap akhir pekan pusatpusat perbelanjaan di Jakarta selalu dipenuhi pengunjung. Dampaknya, terjadi ketidakseimbangan antara jumlah kendaraan pengunjung mal dan lahan parkir yang tersedia. Dari pantauan Sabtu (5/11) lalu, setidaknya kondisi parkir Mal Pondok Indah dan Cilandak Square terpantau sangat padat. Akibatnya,warga kesulitan mencari parkir di kedua pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta Selatan ini. Fenomena ini juga nyaris terjadi di setiap pusat perbelanjaan setiap akhir pekan.

”Sulit sekali mencari parkir di Blok M Square, setiap akhir pekan. Kalau hari biasa tidak separah di akhir pekan,” ungkap Pramudita, 30, salah seorang pengendara mobil yang ditemui SINDO,kemarin. Wanita warga Bintaro, Jakarta Selatan ini mengaku kadang perlu berputar sampai berjam-jam hingga mendapatkan tempat.Menurutnya, kendala serupa juga terjadi saat mencari parkir di ITC Fatmawati dan Mal Kelapa Gading di Jakarta Utara. Bukan hanya mobil, pengendara sepeda motor juga kerap kesulitan dalam mencari tempat parkir di pusat perbelanjaan pada akhir pekan.

Selain tempatnya terpencil, sering kali kapasitas parkir motor yang sangat sedikit menjadi kendalanya. Seperti yang dikeluhkan Ahmad Sabran, 29, warga Kebayoran Baru, setiap kali mengunjungi Mal Ambassador, Jakarta Selatan pada akhir pekan.”Sulit mencari sela buat parkir motor,kalaupun ada terpaksa dipepet dengan risiko lecet,”ujarnya. Menurutnya,pengelola parkir pusat perbelanjaan sering kali tidak menyediakan tempat yang lebih luas bagi motor. Selain tempatnya yang nyempil, faktor aliran udara sering tidak diperhatikan pengelola gedung.

”Keadaan begini (sulit cari parkir) yang bikin muncul pengelola parkir ilegal,” terangnya. Meski kurang aman,basah, kepanasan, dan lebih mahal, parkir motor ilegal diakui lebih praktis. Lokasinya sering kali tidak terlalu jauh dari pusat perbelanjaan. Penjaga parkirnya juga menunjukkan tempat yang kosong. Namun, pengelolaan yang individu atau kelompok kecil membuat tarifnya ditentukan seenaknya. Berbeda bagi pemilik kendaraan yang ekonominya lebih baik, pemilik kendaraan mobil bisa mencari jasa parkir valet yang disediakan pengelola.

Meski harus membayar mahal, jasa parkir ini lebih efektif mempersingkat waktu yang terbuang.” Kita nggak perlu putarputar cari parkir,”ungkap Dieni Fazahiyah,32,warga Bekasi. Jasa parkir paling mahal diterapkan pengelola jasa valet di Plaza Indonesia yang mematok tarif Rp30.000, ini belum termasuk tarif parkir. Cara lain adalah dengan memberikan tip kepada petugas parkir yang menunjukkan tempat yang kosong. ”Minta carikan parkir sama petugasnya, terus kasih uang,”bebernya.

Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan menjelaskan, fenomena ini membuktikan bahwa tingginya penggunaan kendaraan pribadi secara bersamaan saat akhir pekan.”Penggunaan harus ditekan dengan menaikkan tarif parkir dan membatasi ruang parkir di Jakarta,” ujarnya. Pemprov DKI Jakarta, menurut Tigor, sudah seharusnya menaikkan tarif parkir dan pajak parkir guna membatasi kendaraan. ”Harus dimahalkan, tarifnya pajaknya pun harus dinaikkan menjadi 30% minimal,” terangnya. Filosofi kebijakan yang harus diambil adalah mempersulit orang dalam menggunakan kendaraan pribadi, termasuk membatasi ruangnya.

Menurut Tigor, lahan parkir tidak perlu ditambah lagi saat ini agar kapasitasnya benar-benar terbatas, sehingga mempersulit pengguna kendaraan pribadi.Yang perlu dikurangi adalah keberadaan parkir ilegal di badan jalan karena mengganggu lalu lintas. ”Namun, Pemprov DKI Jakarta belum berani menertibkan juru parkir liar yang memperbolehkan parkir di bahu jalan dan badan jalan,”jelasnya. Sesuai data Polda Metro Jaya, saat ini terdapat sekitar 11 juta kendaraan di wilayah Jakarta.Dengan pembagian 8,2 juta sepeda motor dan 3,1 juta mobil, dan pertambahan kendaraan 1.117 unit per hari atau bertambah sebesar 9% per tahun.

Belum termasuk kendaraan yangmasuk dari Depok, Bekasi,Tangerang,dan Bogor. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stevanus Ridwan menjelaskan, fenomena sulitnya mencari parkir di pusat perbelanjaan setiap akhir pekan sebagai bukti murahnya tarif parkir. ”Tarifnya kemurahan, kalau di Singapura bisa sepuluh kali lipat,” ungkapnya. Menurutnya, sejak 2000, tarif parkir dalam gedung belum pernah dinaikkan meski sesuai peraturan kenaikan setiap dua tahun sekali.

”Belum pernah naik sejak 2000, seharusnya sudah ada kenaikan lima kali,”ujarnya. Stevanus menuturkan, tarif parkir di Jakarta saat ini adalah yang paling murah di-bandingkan beberapa kota di Asia bahkan Eropa. Dengan tarif yang murah ini, orang tidak perlu takut berlama-lama menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan. Apalagi mengunjungi mal, saat ini dianggap sebagai sarana hiburan yang paling murah dan mudah. ”Fenomena akhir pekan ini merupakan bukti masyarakat masih memilih menggunakan kendaraan pribadi sebagai alternatif,”terangnya.

Fenomena ini bukan disebabkan kurangnya kapasitas parkir, sebab Senin–Jumat ruang parkir kerap terlihat kosong. Fenomena parkir penuh hanya terjadi pada Sabtu dan Minggu. ”Pengelolaan parkir ilegal saja yang perlu dikurangi, karena sering kali membuat macet,”tegasnya. _ isfari hikmat
 
Sumber berita: Seputar Indonesia, 07 Nopember 2011
Link: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/441686/

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Has been published

Banner
Writer : Darmaningtyas Thickness : xxi+344 pages Publisher : INSTRAN-Pustaka Yashiba Price : USD 10 Postal purchased please call: Izzul Waro, +6221-79197057-info@instran.org

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday424
mod_vvisit_counterYesterday2354
mod_vvisit_counterThis week2779
mod_vvisit_counterThis month62277
mod_vvisit_counterAll1905077
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download