INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Banner

Jika Konsorsium Tol Molor, Ahok Ancam Ambil Alih

Tempo.co - Pemerintah Jakarta dan konsorsium PT Jakarta Tollroad Development (JTD) bakal menandatangi perjanjian kerja sama (PKS) pembangunan enam...

Pemberlakuan ERP Diundur Hingga 2016

INSTRAN - Pemerintah Jakarta mengubah rencana penerapan sistem electronic road pricing (ERP) alias jalan berbayar di sejumlah jalan utama. Sebelumnya...

Parkiran di Luar Kalibata City Sudah Koordinasi Dishub dan Polsek?

INSTRAN.org— Sosialisasi penderekan dan sanksi bagi pelaku parkir sembarangan sudah mulai diberlakukan di Kalibata. Sebab, kawasan Kalibata City...

Pengelolaan Parkir, antara Tokyo dan Jakarta...

INSTRAN.org — Diakui atau tidak, persoalan parkir sudah menjadi salah satu masalah di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia. Persoalan ini...

Parkir Liar Kalibata City, Sebentar Rp 10.000, kalau "Nginap" Rp 15.000

INSTRAN.org — Setiap malamnya, bagian bahu jalan di depan kawasan Apartemen Kalibata City berubah menjadi lahan parkir dadakan. Sementara itu, area...

  • Jika Konsorsium Tol Molor, Ahok Ancam Ambil Alih

    Wednesday, 03 September 2014 11:29
  • Pemberlakuan ERP Diundur Hingga 2016

    Wednesday, 03 September 2014 11:26
  • Parkiran di Luar Kalibata City Sudah Koordinasi Dishub dan Polsek?

    Wednesday, 03 September 2014 11:22
  • Pengelolaan Parkir, antara Tokyo dan Jakarta...

    Wednesday, 03 September 2014 11:17
  • Parkir Liar Kalibata City, Sebentar Rp 10.000, kalau "Nginap" Rp 15.000

    Wednesday, 03 September 2014 11:12

Metropolitan

Jika Konsorsium Tol Molor, Ahok Ancam Ambil Alih
Wednesday, 03 September 2014
Tempo.co - Pemerintah Jakarta dan konsorsium PT Jakarta Tollroad Development (JTD) bakal menandatangi perjanjian kerja sama (PKS) pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota. Pembangunan bakal dimulai... Read more...
Pemberlakuan ERP Diundur Hingga 2016
Wednesday, 03 September 2014
INSTRAN - Pemerintah Jakarta mengubah rencana penerapan sistem electronic road pricing (ERP) alias jalan berbayar di sejumlah jalan utama. Sebelumnya sistem itu akan diberlakukan mulai akhir 2015... Read more...
Parkiran di Luar Kalibata City Sudah Koordinasi Dishub dan Polsek?
Wednesday, 03 September 2014
INSTRAN.org— Sosialisasi penderekan dan sanksi bagi pelaku parkir sembarangan sudah mulai diberlakukan di Kalibata. Sebab, kawasan Kalibata City dianggap sebagai salah satu wilayah rawan parkir... Read more...
Pengelolaan Parkir, antara Tokyo dan Jakarta...
Wednesday, 03 September 2014
INSTRAN.org — Diakui atau tidak, persoalan parkir sudah menjadi salah satu masalah di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia. Persoalan ini menggelagat mulai di permukiman, area bisnis, tepi... Read more...
Parkir Liar Kalibata City, Sebentar Rp 10.000, kalau "Nginap" Rp 15.000
Wednesday, 03 September 2014
INSTRAN.org — Setiap malamnya, bagian bahu jalan di depan kawasan Apartemen Kalibata City berubah menjadi lahan parkir dadakan. Sementara itu, area dalam kompleks apartemen pun sudah sesak dengan... Read more...
Susahnya Mencari Tempat Parkir di Mal PDF Print E-mail
JAKARTA– Setiap akhir pekan pusatpusat perbelanjaan di Jakarta selalu dipenuhi pengunjung. Dampaknya, terjadi ketidakseimbangan antara jumlah kendaraan pengunjung mal dan lahan parkir yang tersedia. Dari pantauan Sabtu (5/11) lalu, setidaknya kondisi parkir Mal Pondok Indah dan Cilandak Square terpantau sangat padat. Akibatnya,warga kesulitan mencari parkir di kedua pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta Selatan ini. Fenomena ini juga nyaris terjadi di setiap pusat perbelanjaan setiap akhir pekan.

”Sulit sekali mencari parkir di Blok M Square, setiap akhir pekan. Kalau hari biasa tidak separah di akhir pekan,” ungkap Pramudita, 30, salah seorang pengendara mobil yang ditemui SINDO,kemarin. Wanita warga Bintaro, Jakarta Selatan ini mengaku kadang perlu berputar sampai berjam-jam hingga mendapatkan tempat.Menurutnya, kendala serupa juga terjadi saat mencari parkir di ITC Fatmawati dan Mal Kelapa Gading di Jakarta Utara. Bukan hanya mobil, pengendara sepeda motor juga kerap kesulitan dalam mencari tempat parkir di pusat perbelanjaan pada akhir pekan.

Selain tempatnya terpencil, sering kali kapasitas parkir motor yang sangat sedikit menjadi kendalanya. Seperti yang dikeluhkan Ahmad Sabran, 29, warga Kebayoran Baru, setiap kali mengunjungi Mal Ambassador, Jakarta Selatan pada akhir pekan.”Sulit mencari sela buat parkir motor,kalaupun ada terpaksa dipepet dengan risiko lecet,”ujarnya. Menurutnya,pengelola parkir pusat perbelanjaan sering kali tidak menyediakan tempat yang lebih luas bagi motor. Selain tempatnya yang nyempil, faktor aliran udara sering tidak diperhatikan pengelola gedung.

”Keadaan begini (sulit cari parkir) yang bikin muncul pengelola parkir ilegal,” terangnya. Meski kurang aman,basah, kepanasan, dan lebih mahal, parkir motor ilegal diakui lebih praktis. Lokasinya sering kali tidak terlalu jauh dari pusat perbelanjaan. Penjaga parkirnya juga menunjukkan tempat yang kosong. Namun, pengelolaan yang individu atau kelompok kecil membuat tarifnya ditentukan seenaknya. Berbeda bagi pemilik kendaraan yang ekonominya lebih baik, pemilik kendaraan mobil bisa mencari jasa parkir valet yang disediakan pengelola.

Meski harus membayar mahal, jasa parkir ini lebih efektif mempersingkat waktu yang terbuang.” Kita nggak perlu putarputar cari parkir,”ungkap Dieni Fazahiyah,32,warga Bekasi. Jasa parkir paling mahal diterapkan pengelola jasa valet di Plaza Indonesia yang mematok tarif Rp30.000, ini belum termasuk tarif parkir. Cara lain adalah dengan memberikan tip kepada petugas parkir yang menunjukkan tempat yang kosong. ”Minta carikan parkir sama petugasnya, terus kasih uang,”bebernya.

Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan menjelaskan, fenomena ini membuktikan bahwa tingginya penggunaan kendaraan pribadi secara bersamaan saat akhir pekan.”Penggunaan harus ditekan dengan menaikkan tarif parkir dan membatasi ruang parkir di Jakarta,” ujarnya. Pemprov DKI Jakarta, menurut Tigor, sudah seharusnya menaikkan tarif parkir dan pajak parkir guna membatasi kendaraan. ”Harus dimahalkan, tarifnya pajaknya pun harus dinaikkan menjadi 30% minimal,” terangnya. Filosofi kebijakan yang harus diambil adalah mempersulit orang dalam menggunakan kendaraan pribadi, termasuk membatasi ruangnya.

Menurut Tigor, lahan parkir tidak perlu ditambah lagi saat ini agar kapasitasnya benar-benar terbatas, sehingga mempersulit pengguna kendaraan pribadi.Yang perlu dikurangi adalah keberadaan parkir ilegal di badan jalan karena mengganggu lalu lintas. ”Namun, Pemprov DKI Jakarta belum berani menertibkan juru parkir liar yang memperbolehkan parkir di bahu jalan dan badan jalan,”jelasnya. Sesuai data Polda Metro Jaya, saat ini terdapat sekitar 11 juta kendaraan di wilayah Jakarta.Dengan pembagian 8,2 juta sepeda motor dan 3,1 juta mobil, dan pertambahan kendaraan 1.117 unit per hari atau bertambah sebesar 9% per tahun.

Belum termasuk kendaraan yangmasuk dari Depok, Bekasi,Tangerang,dan Bogor. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stevanus Ridwan menjelaskan, fenomena sulitnya mencari parkir di pusat perbelanjaan setiap akhir pekan sebagai bukti murahnya tarif parkir. ”Tarifnya kemurahan, kalau di Singapura bisa sepuluh kali lipat,” ungkapnya. Menurutnya, sejak 2000, tarif parkir dalam gedung belum pernah dinaikkan meski sesuai peraturan kenaikan setiap dua tahun sekali.

”Belum pernah naik sejak 2000, seharusnya sudah ada kenaikan lima kali,”ujarnya. Stevanus menuturkan, tarif parkir di Jakarta saat ini adalah yang paling murah di-bandingkan beberapa kota di Asia bahkan Eropa. Dengan tarif yang murah ini, orang tidak perlu takut berlama-lama menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan. Apalagi mengunjungi mal, saat ini dianggap sebagai sarana hiburan yang paling murah dan mudah. ”Fenomena akhir pekan ini merupakan bukti masyarakat masih memilih menggunakan kendaraan pribadi sebagai alternatif,”terangnya.

Fenomena ini bukan disebabkan kurangnya kapasitas parkir, sebab Senin–Jumat ruang parkir kerap terlihat kosong. Fenomena parkir penuh hanya terjadi pada Sabtu dan Minggu. ”Pengelolaan parkir ilegal saja yang perlu dikurangi, karena sering kali membuat macet,”tegasnya. _ isfari hikmat
 
Sumber berita: Seputar Indonesia, 07 Nopember 2011
Link: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/441686/

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Has been published

Banner
Writer : Darmaningtyas Thickness : xxi+344 pages Publisher : INSTRAN-Pustaka Yashiba Price : USD 10 Postal purchased please call: Izzul Waro, +6221-79197057-info@instran.org

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1329
mod_vvisit_counterYesterday2957
mod_vvisit_counterThis week7330
mod_vvisit_counterThis month7330
mod_vvisit_counterAll1691983
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download