INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Banner

Bukti Penahanan Pristono Lengkap, Kejaksaan Belum Ingin Panggil Jokowi

INSTRAN.org - Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI, Tony Spontana menanggapi pertanyaan dari kuasa hukum Udar Pristono yakni...

Kuasa Hukum Udar Pristono Pertanyakan Keberanian Kejagung Memanggil Jokowi

INSTRAN.org - Tim Kuasa Hukum Udar Pristono, Eggi Sudjana meminta Kejaksaan Agung untuk memanggil Presiden Terpilih Joko Widodo. Pemanggilan tersebut...

Organda Bogor: Mobil Pelat B Bukan Pemicu Macet

INSTRAN.org - Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor M. Ishak AR menilai rencana Pemerintah Kota Bogor melarang satu hari kendaraan...

Mobil ini Keren, Tapi Kok Mengekor di Belakang TransJ Ya?

Jakarta - Aturan sudah jelas dan diketahui banyak orang. Jalur TransJ tak boleh dilalui kendaraan pribadi. Yang melanggar bisa dikenai sanksi tilang...

Angkot Ngetem di Depan Perlintasan Stasiun Kalibata Bikin Macet dan Bahaya

Jakarta - Sejumlah angkot dan metro mini ngetem seenaknya di depan perlintasan kereta Stasiun Duren Kalibata, Jakarta Timur. Ulah sopir angkot dan bus...

  • Bukti Penahanan Pristono Lengkap, Kejaksaan Belum Ingin Panggil Jokowi

    Friday, 19 September 2014 17:57
  • Kuasa Hukum Udar Pristono Pertanyakan Keberanian Kejagung Memanggil Jokowi

    Friday, 19 September 2014 17:10
  • Organda Bogor: Mobil Pelat B Bukan Pemicu Macet

    Friday, 19 September 2014 16:06
  • Mobil ini Keren, Tapi Kok Mengekor di Belakang TransJ Ya?

    Friday, 19 September 2014 11:43
  • Angkot Ngetem di Depan Perlintasan Stasiun Kalibata Bikin Macet dan Bahaya

    Friday, 19 September 2014 11:39

Metropolitan

Bukti Penahanan Pristono Lengkap, Kejaksaan Belum Ingin Panggil Jokowi
Friday, 19 September 2014
INSTRAN.org - Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI, Tony Spontana menanggapi pertanyaan dari kuasa hukum Udar Pristono yakni Eggi Sudjana. "Sampai hari ini kami belum punya... Read more...
Kuasa Hukum Udar Pristono Pertanyakan Keberanian Kejagung Memanggil Jokowi
Friday, 19 September 2014
INSTRAN.org - Tim Kuasa Hukum Udar Pristono, Eggi Sudjana meminta Kejaksaan Agung untuk memanggil Presiden Terpilih Joko Widodo. Pemanggilan tersebut diajukan untuk meminta keterangan Jokowi sebagai... Read more...
Organda Bogor: Mobil Pelat B Bukan Pemicu Macet
Friday, 19 September 2014
INSTRAN.org - Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor M. Ishak AR menilai rencana Pemerintah Kota Bogor melarang satu hari kendaraan berpelat B masuk ke Kota Bogor mengada-ada. Read more...
Mobil ini Keren, Tapi Kok Mengekor di Belakang TransJ Ya?
Friday, 19 September 2014
Jakarta - Aturan sudah jelas dan diketahui banyak orang. Jalur TransJ tak boleh dilalui kendaraan pribadi. Yang melanggar bisa dikenai sanksi tilang dan denda. Tapi rupanya walau aturan sudah ada,... Read more...
Angkot Ngetem di Depan Perlintasan Stasiun Kalibata Bikin Macet dan Bahaya
Friday, 19 September 2014
Jakarta - Sejumlah angkot dan metro mini ngetem seenaknya di depan perlintasan kereta Stasiun Duren Kalibata, Jakarta Timur. Ulah sopir angkot dan bus ini menimbulkan kemacetan dan membahayakan... Read more...
Susahnya Mencari Tempat Parkir di Mal PDF Print E-mail
JAKARTA– Setiap akhir pekan pusatpusat perbelanjaan di Jakarta selalu dipenuhi pengunjung. Dampaknya, terjadi ketidakseimbangan antara jumlah kendaraan pengunjung mal dan lahan parkir yang tersedia. Dari pantauan Sabtu (5/11) lalu, setidaknya kondisi parkir Mal Pondok Indah dan Cilandak Square terpantau sangat padat. Akibatnya,warga kesulitan mencari parkir di kedua pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta Selatan ini. Fenomena ini juga nyaris terjadi di setiap pusat perbelanjaan setiap akhir pekan.

”Sulit sekali mencari parkir di Blok M Square, setiap akhir pekan. Kalau hari biasa tidak separah di akhir pekan,” ungkap Pramudita, 30, salah seorang pengendara mobil yang ditemui SINDO,kemarin. Wanita warga Bintaro, Jakarta Selatan ini mengaku kadang perlu berputar sampai berjam-jam hingga mendapatkan tempat.Menurutnya, kendala serupa juga terjadi saat mencari parkir di ITC Fatmawati dan Mal Kelapa Gading di Jakarta Utara. Bukan hanya mobil, pengendara sepeda motor juga kerap kesulitan dalam mencari tempat parkir di pusat perbelanjaan pada akhir pekan.

Selain tempatnya terpencil, sering kali kapasitas parkir motor yang sangat sedikit menjadi kendalanya. Seperti yang dikeluhkan Ahmad Sabran, 29, warga Kebayoran Baru, setiap kali mengunjungi Mal Ambassador, Jakarta Selatan pada akhir pekan.”Sulit mencari sela buat parkir motor,kalaupun ada terpaksa dipepet dengan risiko lecet,”ujarnya. Menurutnya,pengelola parkir pusat perbelanjaan sering kali tidak menyediakan tempat yang lebih luas bagi motor. Selain tempatnya yang nyempil, faktor aliran udara sering tidak diperhatikan pengelola gedung.

”Keadaan begini (sulit cari parkir) yang bikin muncul pengelola parkir ilegal,” terangnya. Meski kurang aman,basah, kepanasan, dan lebih mahal, parkir motor ilegal diakui lebih praktis. Lokasinya sering kali tidak terlalu jauh dari pusat perbelanjaan. Penjaga parkirnya juga menunjukkan tempat yang kosong. Namun, pengelolaan yang individu atau kelompok kecil membuat tarifnya ditentukan seenaknya. Berbeda bagi pemilik kendaraan yang ekonominya lebih baik, pemilik kendaraan mobil bisa mencari jasa parkir valet yang disediakan pengelola.

Meski harus membayar mahal, jasa parkir ini lebih efektif mempersingkat waktu yang terbuang.” Kita nggak perlu putarputar cari parkir,”ungkap Dieni Fazahiyah,32,warga Bekasi. Jasa parkir paling mahal diterapkan pengelola jasa valet di Plaza Indonesia yang mematok tarif Rp30.000, ini belum termasuk tarif parkir. Cara lain adalah dengan memberikan tip kepada petugas parkir yang menunjukkan tempat yang kosong. ”Minta carikan parkir sama petugasnya, terus kasih uang,”bebernya.

Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan menjelaskan, fenomena ini membuktikan bahwa tingginya penggunaan kendaraan pribadi secara bersamaan saat akhir pekan.”Penggunaan harus ditekan dengan menaikkan tarif parkir dan membatasi ruang parkir di Jakarta,” ujarnya. Pemprov DKI Jakarta, menurut Tigor, sudah seharusnya menaikkan tarif parkir dan pajak parkir guna membatasi kendaraan. ”Harus dimahalkan, tarifnya pajaknya pun harus dinaikkan menjadi 30% minimal,” terangnya. Filosofi kebijakan yang harus diambil adalah mempersulit orang dalam menggunakan kendaraan pribadi, termasuk membatasi ruangnya.

Menurut Tigor, lahan parkir tidak perlu ditambah lagi saat ini agar kapasitasnya benar-benar terbatas, sehingga mempersulit pengguna kendaraan pribadi.Yang perlu dikurangi adalah keberadaan parkir ilegal di badan jalan karena mengganggu lalu lintas. ”Namun, Pemprov DKI Jakarta belum berani menertibkan juru parkir liar yang memperbolehkan parkir di bahu jalan dan badan jalan,”jelasnya. Sesuai data Polda Metro Jaya, saat ini terdapat sekitar 11 juta kendaraan di wilayah Jakarta.Dengan pembagian 8,2 juta sepeda motor dan 3,1 juta mobil, dan pertambahan kendaraan 1.117 unit per hari atau bertambah sebesar 9% per tahun.

Belum termasuk kendaraan yangmasuk dari Depok, Bekasi,Tangerang,dan Bogor. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stevanus Ridwan menjelaskan, fenomena sulitnya mencari parkir di pusat perbelanjaan setiap akhir pekan sebagai bukti murahnya tarif parkir. ”Tarifnya kemurahan, kalau di Singapura bisa sepuluh kali lipat,” ungkapnya. Menurutnya, sejak 2000, tarif parkir dalam gedung belum pernah dinaikkan meski sesuai peraturan kenaikan setiap dua tahun sekali.

”Belum pernah naik sejak 2000, seharusnya sudah ada kenaikan lima kali,”ujarnya. Stevanus menuturkan, tarif parkir di Jakarta saat ini adalah yang paling murah di-bandingkan beberapa kota di Asia bahkan Eropa. Dengan tarif yang murah ini, orang tidak perlu takut berlama-lama menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan. Apalagi mengunjungi mal, saat ini dianggap sebagai sarana hiburan yang paling murah dan mudah. ”Fenomena akhir pekan ini merupakan bukti masyarakat masih memilih menggunakan kendaraan pribadi sebagai alternatif,”terangnya.

Fenomena ini bukan disebabkan kurangnya kapasitas parkir, sebab Senin–Jumat ruang parkir kerap terlihat kosong. Fenomena parkir penuh hanya terjadi pada Sabtu dan Minggu. ”Pengelolaan parkir ilegal saja yang perlu dikurangi, karena sering kali membuat macet,”tegasnya. _ isfari hikmat
 
Sumber berita: Seputar Indonesia, 07 Nopember 2011
Link: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/441686/

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Has been published

Banner
Writer : Darmaningtyas Thickness : xxi+344 pages Publisher : INSTRAN-Pustaka Yashiba Price : USD 10 Postal purchased please call: Izzul Waro, +6221-79197057-info@instran.org

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1435
mod_vvisit_counterYesterday2077
mod_vvisit_counterThis week11128
mod_vvisit_counterThis month51828
mod_vvisit_counterAll1736481
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download