INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Banner

Jalan Gatsu ke DPR Ditutup hingga 20 Oktober, TransJ Alami Pengalihan Rute

INSTRAN.org - Arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroro menuju ke DPR siang ini masih ditutup hingga pelaksanaan pelantikan presiden-wakil presiden 20...

3 Kota Komuter Paling Ramah LIngkungan di Dunia

INSTRAN.org - Perusahaan data insight, Kantar, merilis sebuah studi tentang 3 negara komuter paling ramah lingkungan di Dunia. Di mana Tokyo, Beijing,...

Ini Dia Tantangan Sektor Transportasi ke Depan

INSTRAN.org -  Wakil Ketua Umum Kadin bidang Transportasi,Carmelita Hartoto mengungkapkan beberapa tantangan kinerja sektor transportasi ke depan....

Soetta Bakal Jadi Bandara Pertama yang Bisa Isi Baterai Mobil Listrik

INSTRAN.org - PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT PLN (Persero) pada Rabu (16/10) menandatangani nota kesepahaman tentang Kerja Sama Percepatan...

MRT Hadirkan Layanan Integrasi dengan Transportasi Daring

INSTRAN.org - Pelayanan transportasi rel Moda Raya Terpadu (MRT) terus berbenah, sejak mulai dibuka untuk umum pada 31 Juli 2019. Kini MRT melengkapi...

  • Jalan Gatsu ke DPR Ditutup hingga 20 Oktober, TransJ Alami Pengalihan Rute

    Friday, 18 October 2019 11:48
  • 3 Kota Komuter Paling Ramah LIngkungan di Dunia

    Friday, 18 October 2019 10:07
  • Ini Dia Tantangan Sektor Transportasi ke Depan

    Thursday, 17 October 2019 14:32
  • Soetta Bakal Jadi Bandara Pertama yang Bisa Isi Baterai Mobil Listrik

    Thursday, 17 October 2019 10:38
  • MRT Hadirkan Layanan Integrasi dengan Transportasi Daring

    Wednesday, 16 October 2019 11:59

Metropolitan

Jalan Gatsu ke DPR Ditutup hingga 20 Oktober, TransJ Alami Pengalihan Rute
Friday, 18 October 2019
INSTRAN.org - Arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroro menuju ke DPR siang ini masih ditutup hingga pelaksanaan pelantikan presiden-wakil presiden 20 Oktober. Bus TrasJakarta pun terdampak, sehingga... Read more...
3 Kota Komuter Paling Ramah LIngkungan di Dunia
Friday, 18 October 2019
INSTRAN.org - Perusahaan data insight, Kantar, merilis sebuah studi tentang 3 negara komuter paling ramah lingkungan di Dunia. Di mana Tokyo, Beijing, dan Singapura menjadi negara dengan kota komuter... Read more...
Ini Dia Tantangan Sektor Transportasi ke Depan
Thursday, 17 October 2019
INSTRAN.org -  Wakil Ketua Umum Kadin bidang Transportasi,Carmelita Hartoto mengungkapkan beberapa tantangan kinerja sektor transportasi ke depan. Salah satunya imbas gejolak ekonomi dunia serta... Read more...
Soetta Bakal Jadi Bandara Pertama yang Bisa Isi Baterai Mobil Listrik
Thursday, 17 October 2019
INSTRAN.org - PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT PLN (Persero) pada Rabu (16/10) menandatangani nota kesepahaman tentang Kerja Sama Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Read more...
MRT Hadirkan Layanan Integrasi dengan Transportasi Daring
Wednesday, 16 October 2019
INSTRAN.org - Pelayanan transportasi rel Moda Raya Terpadu (MRT) terus berbenah, sejak mulai dibuka untuk umum pada 31 Juli 2019. Kini MRT melengkapi layanan fasilitas integrasi layanan transportasi... Read more...
Perluasan Tol Laut PDF Print E-mail
Thursday, 23 May 2019 10:32
INSTRAN.org - Program tol laut menjadi salah satu upaya pemerintah menekan biaya logistik dan memeratakan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah terus membangun infrastruktur pelabuhan, kawasan industri dan pariwisata, terutama di luar Pulau Jawa.

Pemerintah juga berencana memindahkan Ibu Kota ke luar Pulau Jawa agar pembangunan kewilayahan tidak semakin timpang di masa depan. Meski upaya mewujudkan pemerataan ekonomi di banyak wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan memang tidak mudah.

Oleh karena itu, konsep pengembangan wilayah di luar Pulau Jawa, di wilayah perbatasan, atau wilayah “pinggiran” sangat penting. Dengan latar bekakang itu, perluasan konsep tol laut memang diperlukan, yaitu distribusi barang melalui transportasi laut.

Perusahaan BUMN, PT Pelindo II (Persero), menawarkan konsep trilogi maritim, yaitu pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri yang didukung oleh pelayaran dan pelabuhan yang terstandarisasi di Indonesia. Dengan trilogi maritim, ada tiga pilar yang perlu diintegrasikan.

Menurut Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn Masassya, tiga pilar itu terdiri dari sinergi 7 pelabuhan utama, baik sinergi operasional, infrastruktur, perlengkapan, dan sistem; aliansi jaringan pelayaran domestik untuk dapat bersaing secara global; serta pengembangan industri terutama di luar Pulau Jawa.

Tujuh pelabuhan yang dinilai dapat menjadi pelabuhan utama adalah Pelabuhan Kuala Tanjung/Belawan, Tanjung Priok, Kijing, Surabaya, Makasar, Bitung, dan Sorong. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, pemerintah menargetkan bisa membangun 24 pelabuhan. Dari laporan 4 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo disebutkan ada 19 pelabuhan yang sudah dibangun sampai 2018 dan 8 pelabuhan sedang dibangun.

Pembangunan pelabuhan saja tidak cukup. Pembangunan pelabuhan perlu diikuti standarisasi operasional, infrastruktur, perlengkapan, dan sistem, antara lain terkait kedalaman dermaga, sistem layanan kepelabuhanan, dan penggunaan peralatan.

Pilar kedua, yaitu aliansi jaringan pelayaran domestik sebenarnya terkait bagaimana membangun jaringan pelayaran yang efisien dan berdaya saing. Sinergi antarperusahaan pelayaran diperlukan terutama untuk menerapkan rute yang strategis dan efisien, membangun kapal-kapal besar, dan berkompetisi secara global.

Apalagi, saat ini operator-operator pelabuhan di Indonesia didorong untuk menerapkan pelayaran langsung dari Indonesia ke negara tujuan ekspor. Pelabuhan Tanjung Priok, misalnya, dilayani pelayaran langsung ke Los Angeles, Amerika Serikat (AS). Pelindo II juga menjajaki kerja sama dengan operator pelabuhan Ningbo, China untuk melaksanakan pelayaran langsung.

Pelayaran langsung menghemat biaya pengiriman. Rata-rata penghematan biaya melalui pelayaran langsung mencapai 40 persen. Biaya kirim barang dengan kapal laut dari Surabaya ke AS melalui Singapura, misalnya, mencapai Rp 20,2 juta per peti kemas ukuran 20 kaki (Teus) dan melalui Tanjung Priok Rp 13,5 juta per teus.

Pelabuhan-pelabuhan yang dibangun di berbagai daerah dan sinergi pelayaran nasional akan sangat produktif jika pembangunan industri di luar Pulau Jawa juga terus ditingkatkan. Dengan demikian, volume dan mobilitas angkutan barang di luar Pulau Jawa, terutama Indonesia bagian timur, semakin besar.

Bagaimana mewujudkan jasa pelayaran dan pelabuhan sebagai salah satu penggerak ekonomi kewilayahan ke depan sangat tergantung pada cetak biru dan perluasan kebijakan tol laut untuk jangka waktu lebih panjang.


Sumber : Kompas, Kamis 23 Mei 2019

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Has been published

Banner
Writer : Darmaningtyas Thickness : xxi+344 pages Publisher : INSTRAN-Pustaka Yashiba Price : USD 10 Postal purchased please call: Izzul Waro, +6221-79197057-info@instran.org

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1547
mod_vvisit_counterYesterday2369
mod_vvisit_counterThis week24246
mod_vvisit_counterThis month52925
mod_vvisit_counterAll6017907
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download