INSTRAN.org | NGO on Transport Issues

  • Indonesian
  • English
Banner

Rusuh 22 Mei Reda, Operasional MRT Normal Hari Ini

INSTRAN.org - Operasional kereta moda raya terpadu atau MRT kembali beroperasi normal hari ini, Jumat, 24 Mei 2019. Corporate Secretary Division Head...

Perluasan Tol Laut

INSTRAN.org - Program tol laut menjadi salah satu upaya pemerintah menekan biaya logistik dan memeratakan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah terus...

Usul YLKI Agar Pelabuhan Merak Tak Padat Saat Mudik 2019

INSTRAN.org - Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi berharap pemerintah memberikan insentif tarif di Pelabuhan Merak pada arus...

Angkutan Umum Tetap Operasi

INSTRAN.org – Sejumlah angkutan umum di Jakarta tetap beroperasi normal, Rabu (22/5/2019). Hanya pengamanan diperketat untuk memberikan kenyaman bagi...

Gandeng DRD, Transjakarta Target Bisa Lebih Dekat Menjangkau Warga

INSTRAN.org - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan terus menambah jangkauan keseluruh pengguna transportasi publik hingga jaraknya bisa...

  • Rusuh 22 Mei Reda, Operasional MRT Normal Hari Ini

    Friday, 24 May 2019 10:19
  • Perluasan Tol Laut

    Thursday, 23 May 2019 10:32
  • Usul YLKI Agar Pelabuhan Merak Tak Padat Saat Mudik 2019

    Wednesday, 22 May 2019 11:21
  • Angkutan Umum Tetap Operasi

    Wednesday, 22 May 2019 10:18
  • Gandeng DRD, Transjakarta Target Bisa Lebih Dekat Menjangkau Warga

    Tuesday, 21 May 2019 10:23

Metropolitan

Rusuh 22 Mei Reda, Operasional MRT Normal Hari Ini
Friday, 24 May 2019
INSTRAN.org - Operasional kereta moda raya terpadu atau MRT kembali beroperasi normal hari ini, Jumat, 24 Mei 2019. Corporate Secretary Division Head PT Mass Rapid Transit Jakarta Muhamad Kamaluddin... Read more...
Perluasan Tol Laut
Thursday, 23 May 2019
INSTRAN.org - Program tol laut menjadi salah satu upaya pemerintah menekan biaya logistik dan memeratakan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah terus membangun infrastruktur pelabuhan, kawasan... Read more...
Usul YLKI Agar Pelabuhan Merak Tak Padat Saat Mudik 2019
Wednesday, 22 May 2019
INSTRAN.org - Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi berharap pemerintah memberikan insentif tarif di Pelabuhan Merak pada arus mudik 2019. Insentif itu diberikan untuk... Read more...
Angkutan Umum Tetap Operasi
Wednesday, 22 May 2019
INSTRAN.org – Sejumlah angkutan umum di Jakarta tetap beroperasi normal, Rabu (22/5/2019). Hanya pengamanan diperketat untuk memberikan kenyaman bagi seluruh pengguna. Read more...
Gandeng DRD, Transjakarta Target Bisa Lebih Dekat Menjangkau Warga
Tuesday, 21 May 2019
INSTRAN.org - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan terus menambah jangkauan keseluruh pengguna transportasi publik hingga jaraknya bisa mencapai 500 meter. Untuk itu, PT Transjakarta... Read more...
Riuh Rendah Harga Tiket Pesawat PDF Print E-mail
Thursday, 16 May 2019 10:33
Oleh MARIA CLARA WRESTI
INSTRAN.org - Harga tiket pesawat yang tinggi sejak awal tahun ini membuat masyarakat, sebagai konsumen, riuh. Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menurunkan tarif batas atas, yang berlaku mulai 15 Mei 2019, khusus untuk pesawat bermesin jet. Besaran penurunan tarif bervariasi, berkisar 12-16 persen. Namun, harga tiket sebagian besar rute akan turun 15 persen.

Pemerintah menurunkan harga tiket dengan sejumlah pertimbangan, antara lain harga tiket yang tinggi berdampak terhadap inflasi. Pertimbangan lain, harga tiket pesawat yang tinggi membuat sejumlah daerah tujuan pariwisata sepi wisatawan.

Pemerintah juga berani menurunkan tarif batas atas karena melihat harga avtur cenderung turun, tingkat okupansi pesawat yang membaik, dan mekanisme operasional di bandara sudah baik. Dengan semua kondisi itu, tingkat ketepatan waktu penerbangan juga membaik. Maka, operasionalisasi maskapai lebih efisien.

Penurunan tarif batas atas ini membuat maskapai gusar. Kondisi mereka sudah berat karena margin keuntungan industri penerbangan di seluruh dunia tipis. Dengan penurunan tarif batas atas, maskapai akan lebih terseok-seok.

Penurunan tarif batas atas juga membuat maskapai tidak bisa fleksibel. Sebab, beberapa bulan lalu, pemerintah telah menaikkan tarif batas bawah dari 30 persen menjadi 35 persen dari tarif batas atas. Artinya, maskapai hanya boleh menjual tiket paling murah sebesar 35 persen dari tarif batas atas. Akibatnya, maskapai tidak bisa luwes, tidak bisa memberikan harga rendah saat musim sepi penumpang dan harga tinggi saat musim ramai penumpang. Padahal, fleksibilitas seperti ini sangat menolong maskapai menjaga tingkat keterisian.

Margin yang tipis membuat maskapai harus mencari sumber pendapatan baru. Ada yang mengenakan bagasi berbayar, menjual makanan di pesawat, bekerja sama dengan penyedia layanan Wi-Fi gratis, dan bekerja sama dengan laman pasar dalam jaringan untuk menjual barang, dan sebagainya. Jika segala upaya ini berhasil, maskapai memperoleh uang bukan lagi dari bisnis inti, melainkan dari pendapatan lain-lain.

Apabila ditanyakan lebih lanjut, apakah kenaikan harga tiket pesawat membuat masyarakat kesulitan? Siapa sebenarnya konsumen pesawat terbang? Jika dibedah lebih jauh, pengguna pesawat paling besar adalah pemerintah, BUMN, pebisnis, masyarakat, dan wisatawan. Untuk jenis maskapai layanan penuh, pengguna terbanyak adalah pemerintah dan pebisnis. Adapun masyarakat dan wisatawan menggunakan maskapai berbiaya murah.

Saat ini, jumlah penumpang pesawat di Indonesia 100 juta dalam setahun. Namun, jumlah ini tidak mencerminkan jumlah pengguna sebenarnya. Sebab, satu orang bisa bepergian menggunakan pesawat terbang lebih dari satu kali dalam setahun. Ada orang yang telah terbang 60 kali dalam waktu lima bulan, ada juga yang terbang satu kali dalam setahun.

Jika diasumsikan satu orang terbang lima kali dalam setahun, maka sebenarnya hanya ada 20 juta orang yang bepergian menggunakan pesawat. Dari 20 juta itu, diperkirakan lebih banyak yang bepergian untuk kepentingan dinas.

Salah satu risiko dari tarif batas atas yang diturunkan adalah maskapai akan memangkas rute yang dinilai kurang signifikan menyumbang pendapatan bagi perusahaan. Dengan kata lain, rute-rute yang penumpangnya sedikit bisa dihilangkan. Jika itu terjadi, masyarakat yang lagi-lagi menanggung dampaknya. (M Clara Wresti)


Sumber : Kompas, Kamis 16 Mei 2019

Deli.cio.us    Digg    reddit    Facebook    StumbleUpon    Newsvine
 

Has been published

Banner
Writer : Darmaningtyas Thickness : xxi+344 pages Publisher : INSTRAN-Pustaka Yashiba Price : USD 10 Postal purchased please call: Izzul Waro, +6221-79197057-info@instran.org

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1532
mod_vvisit_counterYesterday4633
mod_vvisit_counterThis week19661
mod_vvisit_counterThis month80990
mod_vvisit_counterAll5539192
Terima kasih atas kunjungannya

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.

Download Buku

 

 

 

 

 

 

 

Download

 

 

 

 

 

 

 

Download